Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Permintaan Gas Melon 3 Kg di Masyarakat Tinggi, Ini Penjelasan Disperdagin Kota Blitar

M. Subchan Abdullah • Selasa, 29 Juli 2025 | 18:30 WIB
Permintaan Gas Melon 3 Kg di Masyarakat Tinggi,
Permintaan Gas Melon 3 Kg di Masyarakat Tinggi,

BLITAR - Permintaan tinggi elpiji 3 kilogram (kg) mengalami kenaikan signifikan membuat stok cadangan juga menipis.

Kecepatan distribusi warga ini belum bisa diimbangi dengan distribusi elpiji dari Pertamina yang agak terlambat.

Beberapa warga pengecer mengaku bahwa pendistribusian tabung elpiji ke pengecer memang mengalami keterlambatan.

Kondisi tersebut membuat stok elpiji yang dijual juga habis dan telah terdistribusi kepada masyarakat.

“Biasanya saya menyetok seminggu sekali, dengan jumlah 15 tabung elpiji 3 kg. Cuma kemarin sedikit mundur, biasanya seminggu sekali, kemarin telat. Padahal sudah mencadangkan stok selama 2 hari, tapi itu pun habis,” ungkap pengecer warga Kecamatan Sukorejo, Yuliana.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Hakim Sisworo menegaskan, distribusi gas elpiji 3 kg dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) ke pangkalan terpantau berjalan normal tanpa pengurangan kuota.

“Kalau distribusi dari SPPBE ke pangkalan agen itu tidak ada pengurangan, masih normal dari kuantitas,” ujarnya kepada Koran ini Senin (28/7/2025).

Namun, dia mengakui, bahwa ketersediaan gas bersubsidi tersebut memang cepat habis saat sudah berada di tingkat pangkalan. Hal ini bukan disebabkan kelangkaan pasokan, melainkan karena meningkatnya kebutuhan dan permintaan dari masyarakat.

“Ketika sudah sampai di pangkalan itu, masyarakat banyak yang membutuhkan gas. Jadi dua hari bisa langsung habis. Bukannya langka, tapi adanya banyak permintaan,” jelasnya.

Menurut dia, tingginya penggunaan gas elpiji belakangan ini salah satunya dipicu oleh faktor cuaca. Saat cuaca tidak menentu beberapa hari terakhir Kota Blitar, masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, termasuk memasak.

“Kondisi ini berdampak pada lonjakan permintaan terhadap gas elpiji 3 kg secara signifikan,” bebernya.

Hakim menegaskan bahwa distribusi tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada pengurangan dari pihak distributor ke pangkalan.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk tidak panik buying menghadapi kondisi cepat habisnya stok gas di sejumlah pangkalan.

“Penggunaan gas semakin meningkat, salah satunya dikarenakan faktor cuaca, ini otomatis membuat permintaan naik drastis,” akunya.

Disperindag juga terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi gas bersubsidi tetap lancar serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kota Blitar. (mg2/ady) (*)

Baca Juga: Misteri Arca dan Atap Hilang: Teka-Teki Arsitektur Candi Penataran yang Belum Terpecahkan

Editor : M. Subchan Abdullah
#blitar #tinggi #Permintaan #gas melon 3 kg