BLITAR - Kursi sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Blitar yang ditinggalkan Izul Marom sejak Selasa (1/7) masih diisi penjabat (Pj) sekda, Khusna Lindarti. Namun, siapa sosok yang bakal mengisi kursi sekda secara definitif hingga saat ini masih tanda tanya.
Berdasarkan pengamatan Radar Blitar ada beberapa sosok yang dinilai layak mengemban amanah tersebut. Salah satunya adalah Puguh Imam Susanto, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Blitar.
Di lingkup pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, Puguh merupakan pejabat senior, yakni mulai menjadi abdi negara sejak Maret 1989 atau sudah mengabdi selama 36 tahun terakhir.
Sebagai pejabat eselon II paling senior dengan golongan 4C, dia memiliki peluang untuk mengisi kekosongan jabatan sekda. Sebagai aparatur sipil negara (ASN) dia harus siap jika mendapatkan amanah baru dari Bupati Blitar. “Prinsip saya siap ketika ditugaskan di mana saja, termasuk menjadi sekda,” ungkap Puguh.
Seperti diketahui, perjalanan karir Puguh sebagai ASN dimulai pada Maret 1989 sebagai staf Kepegawaian Pemkab Bojonegoro.
Perjalanan karirnya di Kabupaten Blitar dimulai pada 2003, saat menjadi staf Bagian Kepegawaian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blitar atau kini Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar.
Perjalanan karirnya menanjak menampaki lingkup eselon III Pemkab Blitar, dimulai dari kepala bagian (kabag) umum setda, Camat Garum, hingga kabag protokol dan komunikasi pimpinan (prokopim).
Sedangkan, perjalanannya di lingkup eselon II, diawali menjadi kepala dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) sekaligus pernah menjadi pelaksana tugas (Plt) kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR).
Tugas Plt itu lalu berlanjut menjadi kepala difinitif dinas PUPR. Sebelum menjadi sebagai Kepala DPMPTSP Kabupaten Blitar, Puguh sempat mengemban amanah sebagai staf ahli bidang ekonomi pembangunan (ekobang) Setda Kabupaten Blitar. (ynu) (*)
Baca Juga: Pangeran Prabu: Jejak Sang Pembuang yang Membawa Pusaka Sakti ke Lodoyo
Editor : M. Subchan Abdullah