Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Vaksinasi Jangan Tunggu Wabah PMK Merebak, Ini Langkah Disnakkan

Yanu Aribowo • Rabu, 30 Juli 2025 | 18:00 WIB
⁠Vaksinasi Jangan Tunggu Wabah PMK Merebak, Ini Langkah Disnakkan
⁠Vaksinasi Jangan Tunggu Wabah PMK Merebak, Ini Langkah Disnakkan

BLITAR - , Radar Penataran – Sebanyak 5.219 ekor sapi, kambing, dan domba, mendapatkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) selama periode Juli 2025. Jumlah tersebut bakal terus bertambah, karena menjadi bagian rangkaian vaksinasi PMK periode II yang berlangsung selama Juli hingga September 2025.

Tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar telah diturunkan agar hewan ternak masyarakat tetap terjaga kesehatannya. Vaksinasi ini merupakan langkah antisipasi serangan PMK yang biasa terjadi di musim penghujan. Saat ini, merupakan momen yang tepat dan jangan tunggu vaksinasi ketika PMK merebak.

Secara keseluruhan mulai Januari hingga Juli 2025, Disnakkan Kabupaten Blitar sudah mendapatkan distribusi vaksin sebanyak 66.150 dosis dari Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Sedangkan, dari jumlah tersebut, vaksin yang diperuntukan dalam vaksinasi PMK periode II selama Juli hingga September 2025, ada sebanyak 9.100 dosis. “Untuk Juli ini vaksinasi sudah terealisasi pada 5.219 ekor, mulai sapi, kambing, hingga domba,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin.

Sasaran vaksinasi PMK menyebar di beberapa kecamatan, seperti Binangun, Doko, Gandusari, Garum, Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Nglegok, Ponggok, Sanankulon, Selorejo, Srengat, Sutojayan, Talun, hingga Wates.

Untuk bulan ini, vaksinasi sudah melampaui target sebesar 3.500 ekor hewan, dengan realisasi 5.219 ekor. Selanjutnya, proses realisasi vaksinasi segera dituntaskan dua bulan ke depan.
Saat ini, dalam kondisi aman dari serangan PMK, Disnakkan Kabupaten Blitar ingin segera menghabiskan target vaksinasi, namun sebagian masyarakat saat kondisi aman sulit diajak vaksinasi meski gratis.

Situasi bakal berbalik ketika serangan PMK merebak, mereka awalnya sulit diajak vaksinasi saat kondisi aman, berlomba-lomba minta divaksin. “Bahkan mau dengan sistem mandiri atau berbayar.

Padahal saat merebak itu lumayan berisiko memasukkan vaksin, karena mungkin sudah ada serangan virus awal, sehingga ada risiko pascavaksinasi yang lebih tinggi, karena persyaratan vaksin itu pada hewan yang benar-benar sehat,” ungkap Nanang.

Melihat situasi tersebut, perlu digencarkan lagi sosialisasi pentingnya vaksinasi dalam upaya perlindungan hewan dari serangan penyakit, yaitu dengan vaksinasi akan terbentuk antibody. Dampak positifnya hewan mampu melawan saat agen penyakit menyerang.

Untuk mewujudkannya, vaksinasi harus dilakukan pada hewan atau ternak yang sehat, sehingga pembentukan antibodi benar-benar maksimal. Sebab, berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penyakit PMK merebak pada Desember hingga Maret atau saat musim penghujan. Bahkan pada 2024 lalu, serangan PMK maju mulai merebak pada November. (ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kambing #domba #vaksinasi #sapi #Penyakit PMK