BLITAR — Tak sekadar bangunan kuno, Candi Penataran di Blitar menyimpan banyak simbol yang sarat makna spiritual dan filosofis. Dari Arca Ganesha, Relief Surya Majapahit, hingga Prasasti Pala, tiap elemen di kompleks candi ini menunjukkan betapa tinggi peradaban dan nilai-nilai budaya yang pernah tumbuh di tanah Blitar. Simbol-simbol tersebut menjadikan Candi Penataran bukan hanya situs arkeologi, melainkan cerminan identitas dalam sejarah Blitar.
Keberadaan simbol-simbol ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta sejarah, arkeologi, dan mitologi Hindu-Jawa. Kompas TV Kediri dalam liputannya menyebut bahwa makna dari elemen-elemen tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat Jawa kuno memahami konsep ketuhanan, kekuasaan, dan keselarasan kosmos. Inilah yang memperkaya cakrawala sejarah Blitar, bukan sekadar dari peninggalan fisik, tetapi dari nilai-nilai yang diwariskan.
Dengan arsitektur yang berkembang sejak era Kerajaan Kadiri, Singasari, hingga Majapahit, Candi Penataran tidak hanya menyimpan cerita kebesaran kerajaan, tetapi juga pemikiran dan keyakinan spiritual masyarakat masa itu. Menelisik simbol-simbol di candi ini adalah menyelami bab penting dari sejarah Blitar yang penuh dengan kearifan lokal dan filsafat leluhur.
Baca Juga: PIP Cair Jelang Tahun Ajaran Baru: Kelas 8 dan 9 Terima Hingga Rp375.000
Ganesha: Simbol Kecerdasan dan Penghalau Rintangan
Salah satu simbol paling mencolok adalah Arca Ganesha yang terletak di ruang utama Candi Angkasa Hun. Dewa berkepala gajah ini dalam tradisi Hindu dikenal sebagai pelindung ilmu pengetahuan dan penolak bala. Keberadaannya di jantung candi menandakan pentingnya kecerdasan spiritual dalam struktur kepercayaan masa itu.
“Ganesha di sini bukan hanya simbol religi, tetapi juga manifestasi dari harapan akan perlindungan dan kecerdasan dalam pemerintahan,” jelas Iva Yunika, reporter Kompas TV Kediri saat menyusuri bangunan candi bersama juru pelihara situs.
Arca ini kerap menjadi titik favorit para pengunjung untuk berdoa atau sekadar mencari kedamaian. Masyarakat percaya bahwa energi dari arca tersebut masih terasa hingga kini, menjadikan tempat ini sebagai salah satu spot yang paling disakralkan di kompleks Candi Penataran.
Baca Juga: Jelang HUT RI ke-80, Persiapan Paskibra Kabupaten Blitar Masih 30 Persen
Surya Majapahit: Lambang Kebesaran Kekuasaan
Di atas ruang yang menaungi arca Ganesha, terdapat simbol lain yang tak kalah penting: Relief Surya Majapahit. Berbentuk lingkaran dengan delapan sinar menyerupai matahari, simbol ini merupakan lambang kekuasaan dan pusat tata pemerintahan Majapahit. Surya Majapahit diyakini sebagai representasi dari Dewa Wisnu sebagai pelindung dunia.
Menurut Riza Aquila, videografer Kompas TV Kediri, motif Surya Majapahit di Candi Penataran menjadi bukti bahwa candi ini pernah berada di pusat perhatian kerajaan besar tersebut. “Bentuknya sangat khas dan bisa ditemui juga di lambang Kodam V/Brawijaya. Artinya, simbol ini punya warisan yang panjang dan kuat,” ujarnya.
Keberadaan relief ini menunjukkan bahwa Blitar pernah menjadi bagian penting dari struktur spiritual dan administratif Majapahit. Lagi-lagi, bukti kuat bahwa sejarah Blitar tidak bisa dipisahkan dari narasi besar Nusantara.
Baca Juga: Bantuan Balita dan SD di PKH Akhirnya Cair: Ini Nominal dan Cara Ceknya
Prasasti Pala: Penetapan Tanah Suci dan Kearifan Hukum
Salah satu dokumen tertua dan paling sakral di Candi Penataran adalah Prasasti Pala, peninggalan dari Raja Kertajaya dari Kerajaan Kadiri. Prasasti ini berisi penetapan tanah sima—yakni tanah yang disucikan dan dilindungi demi keberlangsungan peribadatan di candi.
Prasasti ini bukan hanya prasasti administratif, tetapi juga memiliki makna filosofis bahwa tempat ibadah harus dijaga, dihormati, dan tidak boleh diganggu oleh konflik atau kekuasaan politik.
“Prasasti Pala ini adalah bukti tertulis dari awal mula legitimasi spiritual Candi Penataran. Ini juga memperlihatkan bagaimana hukum dan agama menyatu dalam praktik sosial saat itu,” terang Pak Seno, juru pelihara candi, kepada Kompas TV Kediri.
Baca Juga: BPN-Kemenag Kejar Legalisasi Ratusan Bidang Tanah Wakaf di Kota Blitar
Simbol Kosmis: Tata Letak yang Sarat Makna
Selain simbol visual, tata letak bangunan candi juga menyimpan makna tersendiri. Dari halaman depan hingga ke bagian terdalam, struktur Candi Penataran mengikuti pola Candi Gunung—konsep spiritual yang menggambarkan perjalanan manusia menuju pencerahan.
Setiap lapisan atau teras melambangkan tahapan hidup dan spiritualitas. Relief-relief kisah Ramayana dan Krisnayana yang menghiasi dinding menjadi pengantar moral dan cerita yang memandu pengunjung menyusuri makna hidup, kesetiaan, dan pengorbanan.
Memahami Simbol, Menghidupkan Sejarah
Semua simbol itu tak berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari sistem kepercayaan, budaya, dan tata sosial masyarakat Jawa kuno yang berkembang ratusan tahun lalu. Menyimaknya di Candi Penataran adalah cara paling nyata untuk memahami nilai-nilai luhur yang membentuk karakter masyarakat Blitar hingga kini.
Baca Juga: Akhirnya, Polres Blitar Putuskan Kebijakan Kegiatan Acara Sound Horeg
“Simbol-simbol ini adalah jendela. Kita bisa melihat bagaimana orang zaman dulu memahami Tuhan, dunia, dan manusia secara utuh,” ujar Iva Yunika menutup laporannya.
Melalui interpretasi simbol-simbol suci di Candi Penataran, kita tidak hanya belajar tentang masa lalu. Kita juga diajak memahami kedalaman jiwa leluhur yang membentuk fondasi sejarah Blitar—yang bukan hanya warisan batu, tapi warisan makna.
Editor : Anggi Septian A.P.