Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Progres Vaksinasi PMK di Kota Blitar, DKPP: Sudah 1.725 Ekor Ternak Divaksin

M. Subchan Abdullah • Kamis, 31 Juli 2025 | 19:00 WIB

DKPP: Sudah 1.725 Ekor Ternak Divaksin
DKPP: Sudah 1.725 Ekor Ternak Divaksin

BLITAR - Meskipun penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sudah benar-benar mereda, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Blitar masih terus mengupayakan pencegahan dengan terus memasifkan vaksinasi.

Hingga 28 Juli lalu, terdata ada 1.725 hewan ternak yang telah mendapatkan suntikan vaksin untuk PMK.

Kepala DKPP Kota Blitar Dewi Masitoh menegaskan bahwa vaksinasi masih terus dilakukan secara bertahap, khususnya untuk tiga jenis hewan ternak.

Berdasarkan data, ada 1.230 ekor sapi yang telah divaksin, kemudian disusul 252 ekor kambing, dan 243 ekor domba. “Proses vaksinasi ini terus kami lakukan, tidak kemudian berhenti setelah PMK mereda,” ungkapnya kepada Koran ini, Rabu (30/7/2025).

Karena vaksinasi ini, jelas Dewi, merupakan bagian dari langkah antisipasi dan pencegahan agar tidak terjadi kembali lonjakan kasus PMK.

Terutama menjelang masa-masa rawan seperti adanya perubahan cuaca ekstrem atau terjadinya peningkatan lalu lintas ternak, khususnya yang masuk ke Kota Blitar.

“Vaksinasi ini tak hanya untuk pencegahan, tapi juga bentuk vaksinasi merebaknya PML. Apalagi, ada kondisi tertentu seperti kondisi cuaca dan lalu lintas ternak,” tegasnya.

Menurut dia, capaian ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor, termasuk dengan peternak dan tim lapangan yang secara aktif melakukan pendataan serta distribusi vaksin ke seluruh wilayah Kota Blitar.

Selain itu, dia juga terus melakukan pemantauan terhadap kesehatan ternak secara berkala.

“Kami berharap vaksinasi yang telah dilakukan ini bisa memberikan perlindungan maksimal bagi ternak, serta menjamin keamanan pasokan pangan asal hewan,” lanjut Dewi.

DKPP juga terus melakukan proses sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada para peternak, terutama terkait dengan pentingnya menjaga kesehatan ternak.

Ini tentu membuat tingkat kewaspadaan terhadap berbagai kondisi penyakit, khususnya PMK, akan lebih baik.

“Dinas terus edukasi peternak, sehingga saat ada kondisi atau gejala penyebaran PMK, peternak tetap tenang dan mengetahui langkah apa yang perlu dilakukan tanpa harus panik,” terangnya. (mg2/c1/ady) (*)

Baca Juga: Alam Semesta Sebagai Acuan Spiritual Kapitayan di Nusantara, Mengupas Warisan Kepercayaan Nenek Moyang

Editor : M. Subchan Abdullah
#pmk #DKPP #vaksinasi #Kota Blitar #ternak