BLITAR - Peran organisasi masyarakat (ormas) sangat penting di tengah masyarakat. Tak hanya sekadar ada, tapi juga harus ditunjukkan dengan adanya kontribusi nyata dan ikut membantu peran pemerintah.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Blitar Toto Robandiyo menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi dan peran ormas agar tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi juga mampu menyusun program kerja yang terarah dan terukur.
“Kalau aktif seharusnya program kerjanya jelas, dan tentunya punya sumbangsih nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan pembinaan yang dilakukan, jelas Toto, bertujuan membangun kesadaran di kalangan ormas mengenai fungsi organisasi, termasuk evaluasi internal tentang seberapa jauh mereka bekerja secara aktif atau sekadar menjalankan perintah.
“Kita ingin ormas dapat menilai sendiri, apakah selama ini mereka benar-benar bergerak atau hanya sekadar jalan di tempat,” terangnya.
Saat ini tercatat ada 158 ormas di Kota Blitar yang terdaftar resmi di bakesbangpol. Pemerintah melalui bakesbangpol hanya memiliki kewenangan dalam hal pembinaan dan pemantauan aktivitas ormas.
Adapun urusan perizinan pendirian atau pembubaran ormas berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
“Kalau ada ormas yang melanggar undang-undang, kita hanya bisa mengusulkan ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.
Toto berharap ke depan sinergi antara pemerintah dan ormas semakin kuat. Dengan begitu, kontribusi mereka terhadap pembangunan kota bisa lebih maksimal.
“Ya, harus ada kontribusi nyata, minimal ikut sosialisasi kebijakan pemerintah daerah,” akunya. (mg2/c1/ady) (*)
Baca Juga: 11 Organisasi Kepercayaan Hidup di Kabupaten Blitar, Apa Saja?