Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cuaca Tak Menentu, Petani Blitar Tunda Masa Panen

Yanu Aribowo • Jumat, 1 Agustus 2025 | 21:00 WIB
Cuaca yang tak menentu membuat sebagian petani waswas. Mereka tengah menanti cuaca benar-benar cerah untuk mendukung proses panen padi yang ditanam beberapa waktu terakhir.
Cuaca yang tak menentu membuat sebagian petani waswas. Mereka tengah menanti cuaca benar-benar cerah untuk mendukung proses panen padi yang ditanam beberapa waktu terakhir.

BLITAR – Cuaca yang tak menentu membuat sebagian petani waswas. Mereka tengah menanti cuaca benar-benar cerah untuk mendukung proses panen padi yang ditanam beberapa waktu terakhir.

Seperti di wilayah Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, tanaman padi yang sudah waktunya panen harus ditunda dulu menanti cuaca bersahabat.

Tapi, keputusan itu juga memiliki tantangan serangan hama burung emprit.

Di lahan yang digarap Sinto, warga setempat, tanaman padinya sudah siap panen.

Namun, karena beberapa hari terakhir cuaca kurang mendukung, dia harus menunda memanen bulir-bulir padi yang sudah menguning.

Untuk itu, dia harus menambah masa perawatan untuk memastikan hasil panen bisa maksimal.

“Sebenarnya sudah waktunya panen, tapi ditunda karena masih sering mendung. Semoga besok pagi (hari ini, Red) cerah dan bisa dipanen,” ujarnya.

Penundaan waktu panen yang sudah masuk hitungan bukan tanpa tantangan. Serangan hama burung emprit harus diantisipasi.

Apalagi saat ini, di area sawah garapan Sinto, sebagian besar petani sudah memanen tanaman padi dan berganti tanaman jagung.

Praktis kondisi itu membuat serangan burung emprit lebih berfokus di area garapan Sinto.

Selama ini, dia bersama keluarga bergantian piket menghalau burung emprit yang singgah dan memakan sebagian bulir padi.

Untuk memaksimalkan hasil panen, peralatan sederhana seperti kaleng bekas dipasang di beberapa titik, lalu ditarik tali yang cukup untuk mengusir burung emprit.

Suara berisik yang ditimbulkan dari gesekan kaleng bekas membuat rombongan burung emprit kaget dan berhampuran terbang lagi.

Namun, beberapa saat kemudian sudah kembali lagi. “Pokoknya telaten biar aman, yang pinggir jalan sudah ludes lebih dulu,” ujar Sinto. (ynu/c1) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#petani #blitar #Tunda #Masa panen #cuaca