Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Candi Penataran Blitar: Wisata Gratis yang Edukatif, Sakral, dan Instagramable

Anggi Septiani • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 18:00 WIB

Candi Penataran Blitar: Wisata Gratis yang Edukatif, Sakral, dan Instagramable
Candi Penataran Blitar: Wisata Gratis yang Edukatif, Sakral, dan Instagramable

BLIATR- Penataran, situs candi Hindu terbesar di Jawa Timur, kini menjadi destinasi wisata yang tidak hanya sarat nilai sejarah dan spiritual, tetapi juga menarik bagi generasi muda sebagai tempat yang edukatif dan instagramable. Terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, kompleks ini bisa diakses dengan mudah hanya sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Blitar.

Bagi para pelancong yang mencari tempat healing, wisata budaya, maupun spot foto estetik, Candi Penataran menyajikan semuanya.

Tidak hanya gratis, pengunjung juga disuguhi suasana sejuk pegunungan dengan latar keagungan arsitektur kuno yang tetap terjaga hingga kini. Itulah sebabnya, Candi Penataran menjadi pilihan wisata favorit, khususnya saat akhir pekan atau libur sekolah.

Baca Juga: Polisi Ungkap Pria Sebatang Kara Warga Kanigoro Blitar Membusuk di Kontrakan

Selain keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya, Candi Penataran memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya cocok untuk semua kalangan. Mulai dari pelajar, wisatawan religi, peneliti budaya, hingga pemburu konten media sosial, semua bisa menemukan pengalaman bermakna di situs ini. Namun meski terbuka untuk umum, pengelola tetap menekankan aturan ketat untuk menjaga kesakralan dan keaslian candi.

Spot Foto Favorit hingga Pemandangan Indah dari Atas Candi

Tak sedikit pengunjung yang datang untuk mengabadikan momen di antara relief candi, tangga batu, atau latar belakang arca Dwarapala yang ikonik. Salah satu spot paling diburu adalah Candi Naga, dengan struktur naga yang memeluk bangunan, menjadikannya latar foto yang unik dan bernilai artistik tinggi.

Bagi pengunjung yang naik ke struktur utama candi, pemandangan yang terlihat dari atas sangat memukau.

Hamparan pepohonan, pegunungan, dan langit Blitar yang terbuka lebar menjadikan tempat ini cocok untuk konten healing dan refleksi spiritual. Suasana sakral yang menyelimuti lokasi menambah kesan mendalam bagi siapa pun yang berkunjung.

Baca Juga: Silsilah Kiai Legendaris Blitar: Gus Iqdam dan Jejak Pondok Mamba’ul Hikam Mantenan

Namun, demi menjaga kelestarian situs, wisatawan diimbau untuk tidak melangkahi, duduk, atau berdiri di atas relief atau arca. Ini bukan hanya demi etika, tetapi juga demi menjaga kelestarian benda purbakala yang telah berumur ratusan tahun.

Aturan Ketat: Dilarang Mencoret, Merusak, atau Memindahkan Artefak

Meskipun bersifat terbuka untuk umum, Candi Penataran memiliki peraturan yang harus ditaati oleh setiap pengunjung. Salah satunya adalah larangan keras untuk mencoret-coret, merusak, atau bahkan memindahkan artefak dari tempat aslinya. Peringatan ini disampaikan melalui papan informasi di beberapa titik strategis dalam area kompleks.

Pengelola situs, dibantu oleh petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya, secara rutin memantau aktivitas pengunjung. Kamera pengawas dan patroli berkala dilakukan untuk memastikan setiap pengunjung menghargai nilai sejarah dan kesucian tempat tersebut.

Bagi yang melanggar, selain teguran keras, pelanggaran berat bisa dikenai sanksi hukum berdasarkan Undang-Undang Cagar Budaya. Upaya ini penting untuk mencegah rusaknya warisan budaya yang tidak ternilai harganya.

Baca Juga: Kenapa Dipanggil Gus? Gus Iqdam Beberkan Rahasia Garis Keturunan Kiai Zubaidi

Akses Mudah dan Ramah untuk Edukasi Sekolah

Letak Candi Penataran yang berada di jalur utama Blitar—Malang menjadikannya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Tersedia pula area parkir luas, pusat informasi, toilet, dan warung-warung lokal yang menjual makanan khas Blitar dengan harga terjangkau.

Banyak sekolah dan lembaga pendidikan menjadikan situs ini sebagai destinasi studi lapangan. Siswa bisa belajar langsung tentang sejarah Kerajaan Kediri, Singhasari, hingga Majapahit yang semua jejaknya terpatri dalam relief dan struktur candi. Nilai edukatif inilah yang menjadikan Penataran unggul sebagai tempat belajar luar kelas.

Tidak sedikit pula komunitas spiritual, pegiat budaya, dan penulis sejarah yang menjadikan Candi Penataran sebagai lokasi ritual atau penelitian. Aura sakral dan ketenangan suasana semakin memperkuat identitasnya sebagai tempat perenungan dan pemulihan jiwa.

Perpaduan Sakralitas dan Estetika yang Tetap Terjaga

Meski kini dikenal luas sebagai lokasi wisata populer, kesakralan Candi Penataran tetap dijaga. Acara keagamaan Hindu Jawa, seperti ritual bersih candi atau sembahyangan saat hari-hari tertentu, masih rutin dilaksanakan oleh masyarakat sekitar.

Bangunan seperti Bale Agung, Arca Ganesha, Petirtaan, dan relief Ramayana tak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga sumber refleksi spiritual yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Inilah keunikan Penataran—menyajikan nilai sejarah tanpa kehilangan ruh sakralnya.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#candi penataran #sejarah blitar