BLITAR – Proses pelegalan jalur pendakian Gunung Buthak lewat kawasan perkebunan teh Sirah Kencong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Blitar tengah digulirkan.
Pasalnya, dua tahun terakhir jalur pendakian ini ditutup untuk sementara waktu dampak kebakaran hutan.
Selain itu, juga terkait faktor keamanan medan bagi para pendaki yang hendak menuju puncak Gunung Buthak yang memiliki ketinggian 2.868 meter dari permukaan laut (mdpl).
Baca Juga: Bukan Sekadar Ayam, Ini Filosofi di Balik Nama Lodoh dari Bahasa Jawa
Saat ini, dalam proses pelegalan jalur pendakian, Pemerintah Desa (Pemdes) Ngadirenggo berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Misalnya, Jumat (1/8) digelar rapat koordinasi di base camp pendakian Sirah Kencong untuk membahas proses pelegalan jalur pendakian.
“Banyak potensi yang bisa dinikmati ketika mendaki Gunung Buthak. Untuk pelegalan jalur pendakian masih berproses,” jelas Kepala Seksi (Seksi) Kesejahteraan Desa Ngadirenggo, Bacharuddin Yusuf.
Seperti diketahui, dari kawasan perkebunan teh hingga ke puncak Gunung Buthak estimasi waktu yang dibutuhkan sekitar 9 jam.
Salah satu daya tarik ketika memulai pendakian adalah para pendaki bisa menyaksikan hamparan perkebunan teh di sepanjang jalan menuju Wukir Negoro.
Di kawasan perkebunan teh ini para pendaki bisa merasakan hawa sejuk khas dataran tinggi beserta kabut tipisnya.
“Di area camp Wukir Negoro, para pendaki bisa mengambil air di sumber air saat musim penghujan,” jelas Yusuf.
Usai melewati kawasan Wukir Negoro yang merupakan kawasan perbatasan antara area perkebunan dengan hutan, terdapat 5 pos pendakian sebelum mencapai puncak.
Di rute ini sudah mulai bisa dinikmati vegetasi perhutani dengan pohon-pohon tinggi.
Di atas pos 2, vegetasi sudah mulai terbuka dan menjadi area tumbuhnya pohon pinus pegunungan hingga mencapai pos 4.
Tak hanya itu, melewati pos 4, pendaki bisa menikmati keindahan bunga edelweis Java yang mekar antara Juni hingga September.
Mendekati kawasan puncak, menuju pos 5 terdapat pemandangan hutan mati yang didominasi pohon cantigi yang terbakar sebelumnya.
Ketika tiba di puncak Gunung Buthak, jika cuaca cerah bisa dinikmati pemandangan Kelud, Arjuno, Semeru, Lawu, hingga Wilis di kejauhan. (ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah