Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Melihat Pos Curhat Kenasih di Kelurahan Pakunden Blitar yang Jadi Tempat Aman untuk Curhat

Noormalady Usman • Senin, 4 Agustus 2025 | 02:56 WIB

 

AMAN: Ibu PKK dan warga berdiskusi di Pos Kenasih Kelurahan Pakunden beberapa waktu lalu.
AMAN: Ibu PKK dan warga berdiskusi di Pos Kenasih Kelurahan Pakunden beberapa waktu lalu.

BLITAR - Kepedulian masyarakat terhadap maraknya kasus kekerasan perempuan dan anak sebenarnya tak kurang. Salah satunya lewat Pos Curhat Kenasih di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Emak-emak pengurus Pokja 1 membuat inovasi sebuah posko tempat para perempuan dan anak yang menghadapi masalah bisa mencurahkan isi hatinya (curhat).

Wujud kepedulian terhadap masalah kekerasan perempuan dan anak ini mulai terwujud pada 2023 lalu. Dari sebuah perlombaan gotong royong tingkat Kota Blitar, kemudian Pos Curhat Kenasih ikut membawa nama Kota Blitar ke Jawa Timur.

“Inovasi dari tim PKK Pos Curhat Kenasih ini termasuk salah satu yang dikunjungi oleh tim provinsi,” ungkap Ketua Pos Curhat Kenasih Kelurahan Pakunden, Kusnul Hidayati.

Tujuan hadirnya Posko Curhat ini sebenarnya sederhana, yakni ingin menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para ibu-ibu yang memiliki persoalan terkait rumah tangga dan masalah lainnya, dan juga bagi anak-anak yang butuh teman bicara, butuh saran dan masukan terkait berbagai persoalan yang dihadapi.

“Termasuk masalah kekerasan di sekolah, hingga anak-anak pacaran, boleh curhat di Posko Curhat kami. Memang tujuannya mencegah secara dini berbagai soal perempuan dan anak,” aku ibu ramah ini.

Saat ada anak atau ibu yang dalam masalah, jelas Kusnul, biasanya proses pendampingan bisa dilakukan sewaktu-waktu. Karena memang rumahnya dijadikan sebagai posko.

Jadi, jika ada yang memiliki masalah langsung datang ke posko.

“Ada lima emak-emak yang menjadi pengurus posko ini. Jadi, ada pertemuan rutin dua kali sebulan, nanti berbagai persoalan kita diskusikan, termasuk nanti solusinya bagaimana dan ditindaklanjuti ke mana, itu kita diskusikan antarpengurus,” bebernya.

Dia berharap inovasi kelompok curhat ini bisa ada di masing-masing kelurahan dan nanti ada minimal satu pengurus di satu RT/RW.

Dengan begitu, berbagai persoalan yang dihadapi oleh perempuan dan anak benar-benar tertampaung dan segera ada jalan keluar. Ini juga semakin memudahkan pemerintah, khususnya pihak kelurahan, dalam membantu menyelesaikan persoalan warga.

“Seharusnya mulai ada pelatihan untuk pendamping. Karena seharusnya setiap kelurahan ada pos curhat sendiri-sendiri, sehingga nanti segala macam persoalan warga bisa tertampung, dan syukur-syukur ada solusinya kemudian,” ungkapnya.

Tentu dengan semakin banyak posko curhat ini akan membuat semua warga merasa terpanggil untuk saling membantu dan berempati dengan yang lain.

Baca Juga: Masyaallah Enaknya! Netizen Ramai Coba Resep Ayam Lodoh ala Terede Zelani

Dengan demikian, komunikasi yang terjadi antara warga satu dengan yang lain berdasarkan perasaan peduli sesama. (ady/c1)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#posko #Pos Curhat Kenasih #ibu pkk #tempat aman #Kelurahan Pakunden #anak #Kota Blitar #rumah tangga