BLITAR – Ada yang berbeda adalam acara Bedhol Pusaka yang digelar Senin (4/8). Pusaka yang berada di Pendapa Ronggo Hadi Negoro (RHN) itu dikirab ke Pendapa Sasana Adhi Praja (SAP).
Peristiwa ini momentum awal puncak peringatan hari jadi yang jatuh pada hari ini. Hal yang berbeda ini bukan tanpa alasan, Bupati Blitar, Rijanto ingin pusaka dapat didoakan dalam acara malam tirakatan di Pendapa SAP.
Namun permintaan itu dilakukan secara mendadak, maka digelar cukup sederhana.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso mengakui, penyesuaian teknis sempat terjadi dalam pelaksanaan Malam Tirakatan tahun ini.
Rencana awal dilakukan tetap di Pendopo RHN, namun mendadak diganti ke SAP. Maka dari itu, dilakukan proses kirab pusaka memakai kendaraan roda empat.
“Tahun lalu tirakat ada di RHN. Perencanaan tahun ini juga disiapkan di sana. Tapi ada petunjuk dari bupati agar dipindah ke SAP. Jadi kami harus improvisasi untuk kirab pusakanya. Mohon maaf jika belum maksimal,” ujarnya.
Meskipun begitu, Suhendro memastikan, untuk peringatan tahun berikutnya, perencanaan akan lebih matang.
Dengan tampilan kirab pusaka yang lebih baik dari tahun ini. Sebab, Rijanto meminta ada arakan yang mengikuti kirab.
Bupati Blitar Rijanto menyebut, Bedhol Pusaka bukan sekadar acara simbolik. Di dalamnya termuat nilai-nilai luhur warisan para leluhur yang harus dijaga, dirawat, dan dijadikan semangat bersama dalam membangun Blitar ke depan.
“Alhamdulillah Bedhol Pusaka sudah selesai. Ini artinya, buku sejarah Hari Jadi Blitar dan panji-panji daerah dibawa dari Pendopo RHN ke SAP. Untuk acara Malam Tirakatan, dilanjutkan dengan kenduri dan pembacaan Surat Ambyo oleh Paguyuban Ambyo se-Kabupaten Blitar,” ucap Rijanto.
Baca Juga: Side Hustle ala Gen Z: Dapet Uang Tambahan dari Jasa TikTok Ads & Bikin Website untuk UMKM Blitar
Dia melanjutkan, pusaka yang dibedhol akan dikembalikan ke Pendapa RHN hari ini dalam rangka prosesi Pisowanan Agung.
Momen itu, seluruh perangkat desa dan kecamatan akan mengunjungi Bupati Blitar. Ini adalah puncak acara Hari Jadi ke-701, dengan diawali apel pagi di Alun-alun, lalu dilanjutkan prosesi ke Pendapa RHN.
“Saya termasuk pelaku sejarah Hari Jadi Blitar sejak jadi ajudan, camat, hingga bupati. Tahun ini kualitasnya semakin baik. Saya tadi lihat pakaian peserta Bedhol Pusaka rapi dan serasi. Prosesi kirab pusaka semestinya bisa lebih semarak. Misalnya ditambah dengan arakan atau konvoi kendaraan hias. Ini jadi catatan untuk tahun depan,” pungkas Rijanto. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah