BLITAR - Doa dan harapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Blitar atas Hari Jadi Kabupaten Blitar ke 701. Ini menjadi momentum tepat untuk membangun daerah, dan terpenting adalah mensejahterakan seluruh masyarakat.
Ketua FKUB Kabupaten Blitar, KH Agus Muadin yang juga salah satu pimpinan MUI Kabupaten Blitar menegaskan bahwa membangun kesejahteraan masyarakat bukan hanya kewajiban pemerintah, tapi kewajiban semua, seluruh masyarakat.
“Harus bersama sama, bahu membahu, saling menguatkan membangun Blitar, kalau ada jalan yang berlubang, selokan yang mampet, tidak usah menunggu pemerintah, mari kita pupuk kembali semangat gotong royong ditengah masyarakat,” ungkapnya.
Pengasuh Ponpes Nurus Salam Lodoyo ini juga menjelaskan, membangun bukan hanya fisik tapi juga mental.
Pembangunan generasi penerus bangsa melalui pendidikan akhlaq dan budi pekerti juga masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar.
“Selain itu, kita juga punya PR lain, misalnya mengembalikan fungsi hutan seperti sedia kala, sehingga anak cucu kita kedepan tetap bisa menikmati keindahan dan kesejukan alam Kabupaten Blitar,” bebernya.
Menurut dia, anak cucu dan generasi penerus tidak bisa diwarisi dengan gunung yang tandus dan kering, dan kondisi alam yang rawan bencana.
Dia mengajak semua untuk tidak lupa saling mendoakan dan saling mengingatkan ketika masih ada hal- hal yang kurang pas dan perlu ada pembenahan ke depannya.
“Kita benahi yang masih kurang pas, terus saling mengingatkan, dan menasehati, itu salah satu wujud rasa sayang, cinta kasih, bukan karena benci. Mari kita buka hati lapangkan dada untuk saling menasehati, menuju rahmad dan ridha Allah,” ajaknya.
Terakhir, dia berharap, segenap pemangku kebijakan senantiasa diberikan hidayah, sehingga menghasilkan kebijakan yang membawa kesejahteraan lahir dan batin bagi warga masyarakat Kabupaten Blitar.
“Sehingga dijauhkan dari godaan keinginan yang menjerumuskan pada dosa dan kesalahan. Semoga Kabupaten Blitar menjadi daerah yang berdaya dan berjaya, Blitar yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,” doanya. (*/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah