BLITAR - 4.200 Orang Hadir di Pendapa RHN, Bupati Apresiasi Kekompakan Warga
KEPANJENKIDUL, Radar Penataran – Puncak peringatan Hari Jadi Ke-701 Blitar ditandai dengan penyelenggaraan Pisowanan Agung yang berlangsung semarak di Pendapa Ronggo Hadi Negoro (RHN), Selasa (5/8/2025).
Acara yang menjadi tradisi tahunan ini dihadiri ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, dan pejabat lintas instansi.
Bupati Blitar Rijanto mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat. Bahkan, ada sekitar ada 4 ribu lebih orang yang datang dalam acara ini.
Dia menilai kekompakan yang ditunjukkan dalam Pisowanan Agung menjadi cermin kuatnya semangat kebersamaan untuk membangun daerah.
“Tiap desa hanya mendapatkan kuota 4 orang. Mereka protes karena hanya dijatah terbatas. Akhirnya banyak yang datang sendiri. Total hadir sekitar 4.200 orang di Pendapa RHN ini,” ujarnya.
Rijanto melanjutkan bahwa kekompakan seluruh elemen masyarakat penting untuk mewujudkan Blitar yang lebih berjaya dan berdaya.
Dia berharap semangat Hari Jadi ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarpihak, dengan bahu-membahu membangun Blitar ke arah yang lebih baik.
Dengan begitu, sejalan dengan visi misi Presiden dan Gubernur Jawa Timur. “Insya Allah, Indonesia Emas 2045 bisa terwujud jika kita solid,” tegasnya.
Pisowanan Agung sendiri merupakan puncak rangkaian Hari Jadi Blitar yang digelar tiap 5 Agustus. Acara ini mengusung nuansa budaya Jawa dan menjadi simbol penghormatan kepada leluhur dan semangat kebersamaan masyarakat Blitar dari masa ke masa.
Acara puncak hari jadi tahun ini juga dihadiri berbagai tokoh penting. Mulai dari para ulama, pimpinan ormas Islam, hingga pimpinan jemaah tarekat.
Salah satunya Gus Iqdham, pengasuh Jamaah Sabilut Taubah, yang turut hadir dan memberikan restu spiritual.
Selain itu, ada mantan bupati Blitar Hery Noegroho yang juga turut hadir. Saat ditanya soal kehadiran mantan bupati Rini Syarifah yang tidak nampak dalam kursi undangan, Rijanto memilih tidak berkomentar banyak.
“Saya tidak bisa berandai-andai. Silakan tanya langsung ke panitia,” pungkasnya. (jar/c1/ynu (*)
Baca Juga: Mengungkap Nilai Spiritual Dibalik Simbol Reco Sewu, Warisan Budaya Jawa di Tulungagung
Editor : M. Subchan Abdullah