BLITAR - Gua Maria yang terletak di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul, selama ini telah dikenal sebagai tempat wisata rohani.
Hampir setiap hari selalu dikunjungi warga setempat, bahkan hingga luar kota. Khusus pada bulan rosario, Gua Maria selalu ramai jadi jujukan umat Katolik dari berbagai daerah.
Tempat wisata yang berada di pinggiran Kota Blitar ini telah diakui oleh dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) sebagai salah satu destinasi wisata rohani.
Destinasi wisata rohani ini ada sejak 1977 yang kala itu berawal dari ide salah satu romo dari Belanda.
Romo tersebut saat itu ingin agar di wilayah Kota Blitar terdapat suatu tempat yang bisa menjadi lokasi berdoa bagi umat Katolik.
“Ya, kalau ceritanya, romo ini terinspirasi dari Gua Bunda Maria Pohsarang yang ada di Kediri,” ungkap Sekretaris Gua Maria Sendang Rejo, Rini kepada Koran ini, Selasa (5/8/2025).
Rini menjelaskan, tempat ini awalnya sederhana hingga lambat laun berkembang dan besar seperti saat ini. Sejak awal, Gua Maria rutin dikunjungi oleh umat Katolik untuk berdoa sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria.
"Meskipun tempat ini dikhususkan untuk umat Katolik, tapi kami mempersilakan pengunjung dari agama lain untuk berkunjung ke sini," tutur perempuan berusia 37 tahun ini.
Ada banyak kegiatan religi yang dilaksanakan di Gua Maria Sendang Rejo. Namun yang paling sakral adalah kegiatan misa bulanan untuk mengenang kesengsaraan, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus. Biasanya diisi dengan pembacaan kitab suci.
"Kalau di sini, hari-hari tertentu pasti ada kegiatan. Setiap sebulan sekali, pada Kamis malam dan setiap Minggu sore, kami mengadakan misa. Setiap pengunjung dari umat Katolik pasti akan berdoa disini," jelas perempuan ramah ini.
Hampir setiap hari selalu saja ada pengunjung yang datang untuk melihat dan menikmati suasana di dalamnya.
”Bagi umat Katolik, tempat ini merupakan yang baik untuk berdoa karena suasananya tenang. Kami terus menjaga dan merawat Gua Maria agar siapa pun masyarakat yang berkunjung ke sini merasa nyaman,” ungkapnya. (*/sub/c1/ady) (*)
Baca Juga: 4.200 Orang Hadiri Pisowanan Agung Hari Jadi ke-701 Blitar, Bupati: Inilah Bentuk Kekompakan Warga
Editor : M. Subchan Abdullah