BLITAR - Di tengah menurunnya pengunjung Pasar Lodoyo, lapak Soto Ayam Bu Anik tetap setia menggantungkan hidupnya di salah satu pusat perekonomian masyarakat di Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan.
Cita rasa soto yang tetap bertahan sejak 1992 masih menjadi alasan kuat bagi pelanggan setia untuk kembali.
Kondisi pasar tradisional yang semakin kehilangan pamornya, masih meninggalkan beberapa pedagang yang memilih bertahan demi menyambung kehidupan mereka.
Di Pasar Lodoyo, banyak pedagang yang dulunya berjualan di dalam, kini memilih untuk beradu nasib di luar pasar, karena dirasa pasar mulai sepi pengunjung.
Anik, salah satu pedagang soto ayam yang memilih tetap berjualan di dalam pasar. Perempuan 43 tahun ini merupakan penerus orang tuanya yang berjualan soto.
Sebenarnya dia juga ingin berjualan di luar pasar, tetapi tidak memiliki tempat untuk berjualan dan mempertimbangkan harga sewa tempat yang mahal.
“Kalau ada tempat sebenarnya mau pindah, mas. Tapi, karena gak ada tempatnya, ya di sini dulu,” ujarnya.
Dari pukul 07.30 WIB hingga 13.00 WIB, Anik berjualan. Sepinya pengunjung Pasar Lodoyo menyebabkan Soto Ayam Bu Anik tidak selalu habis terjual.
Nasi dan kuah yang tersisa itu akhirnya tidak bisa dijual kembali untuk keesokan harinya, karena bisa mengganggu cita rasa dari soto buatannya.
Oleh karena itu, kini dia membawa nasi secukupnya saja. Yang dulunya membawa hingga 12 kilogram nasi, saat ini hanya 7 kilogram nasi. Jualan sekarang sudah tidak ramai, masih ramai dulu.
Baca Juga: Gong Sakti dari Lodoyo Ini Konon Bisa Panggil Harimau, Namanya Gong Kyai Pradah!
Lapak ini sebenarnya masih meninggalkan jejak ingatan para pelanggannya. Soto dengan cita rasa khas mengantarkan pelanggan untuk kembali menyantapnya.
“Orang yang tahu tempat ini, biasanya orang-orang lama, kami gak ada promosi di luar,” ungkap Anik.
Anik yakin dengan mempertahankan cita rasa tersebut, soto ini dapat terus bertahan. Setidaknya mempertahankan orang-orang yang pergi ke Pasar Lodoyo hanya untuk membeli semangkuk soto ayam buatannya. (mg4/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah