BLITAR - Membeludaknya pengunjung di wisata Kali Talang, Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, tak diimbangi penataan parkir yang memadai.
Kondisi ini membuat pengunjung merasa terganggu, sebab sepanjang bantaran sungai dipenuhi pejalan kaki dan pengendara motor.
Dari pantauan Koran ini, Wisata Kali Talang mulai naik daun sejak pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Sayangnya, ramainya pengunjung ini tidak diiringi dengan pengaturan parkir yang baik. Sebenarnya, tempat parkir disediakan oleh masing-masing pedagang dan hanya boleh digunakan secara gratis oleh pembelinya.
“Mulai ramai sejak ada pandemi itu. Kalau untuk parkir sebenarnya bebas untuk pengunjung datang. Biasanya parkirnya gratis, tapi kalau tidak masuk warung dan membeli sesuatu, nanti akan dikenakan parkir Rp 5 ribu,” jelas salah satu pemilik warung di Wisata kali Talang, Amalia.
Terkait kondisi parkir, jelas Amalia, memang tidak ada aturan resmi karena masing-masing pemilik warung punya aturan sendiri.
Dengan begitu, pengunjung yang datang bebas untuk parkir selama berada di tempat yang disediakan oleh pemilik warung.
Jadi ini yang mungkin kadang membuat kondisi parkir agak semrawut.
“Ini mungkin yang memicu kemacetan di sepanjang bantaran sungai, karena akhirnya para pejalan kaki dan pengendara motor saling mencari celah, karena memang padat jalannya,” ungkapnya.
Sebenarnya, dia sendiri mengeluhkan kondisi parkir tersebut. Hal ini tentu akan berpengaruh pada pengunjung yang semakin banyak datang, tapi kemudian merasa tidak nyaman karena kondisi jalan yang macet dan parkir tidak tertib.
“Parkirnya memang gratis, tetapi lebih baik parkirnya jangan di sini. Biar orang jalan kaki saja kalau masuk ke sini (area Wisata Kali Talang, Red),” terangnya.
Amalia memberikan saran, alangkah lebih baik jika parkir diletakkan di luar bantaran sungai dan pengunjung dapat berjalan kaki untuk menuju warung yang diinginkan.
“Kalau semua jalan kaki, mungkin lebih enak, Mas. Jadi gak macet dan gak semrawut,” sarannya. (mg4/c1/ady) (*)
Baca Juga: Heru Tjahjono Dorong Generasi Sehat Lewat Sosialisasi Program MBG di Sumberjo
Editor : M. Subchan Abdullah