BLITAR – Satu atlet kebanggaan Kabupaten Blitar menorehkan prestasi di kancah internasional. Bayu Enggar Saputra alias “Bulldozer”, atlet kickboxing asal Bumi Penataran sukses menyabet medali perak dalam Uzbekistan Open Tournament.
Ajang ini menjadi tes uji coba jelang SEA Games mendatang.
Pelatih Kickboxing Kabupaten Blitar, Sugeng Wahyu Widodo mengatakan, Bayu saat ini tengah menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dalam rangka persiapan SEA Games Thailand.
Menariknya, Bayu naik kelas dari 51 kilogram (kg) ke 57 kg dan tetap mampu bersaing di level internasional.
“Harusnya Bayu main di 51 kg, tapi ditaruh di 57 kg full contact. Lawannya besar-besar, tapi alhamdulillah dia tetap juara dua. Itu luar biasa. Dia menjalani 4 bulan lagi pemusatan latihan di Uzbekistan,” katanya.
Widodo melanjutkan, prestasi ini membuat Bayu kini masuk dalam skuad pelatnas kickboxing dan diproyeksikan untuk berlaga di SEA Games Thailand.
Sebelumnya, Bayu dikenal sebagai spesialis point fighting di kelas 51 kg, namun kini bertransformasi ke kategori full contact.
Saat ini, hanya Bayu yang masuk dalam pelatnas persiapan SEA Games.
Meski begitu, pihaknya akan terus menggenjot kualitas atlet lain untuk menciptakan bibit seperti Bayu.
“Dia sekarang fokus full contact. Ini bagian dari strategi PB Kickboxing Indonesia untuk menyiapkan atlet lebih matang dan adaptif menghadapi lawan-lawan berat di Asia Tenggara,” imbuhnya.
Kesuksesan para atlet Blitar tak lepas dari program pembinaan jangka panjang.
Baca Juga: Generasi Muda Tak Lagi Utamakan Aset, Gaya Hidup Lebih Utama!
Regenerasi atlet kickboxing dan muay thai terus dilakukan, salah satunya melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah.
Nantinya, penjaringan dilakukan lewat ekstrakurikuler. Selain itu, pihaknya juga rutin menggelar event kickboxing dan muay thai.
Salah satunya agenda direncanakan digelar Oktober, yang sekaligus menjadi ajang talent scouting untuk menjaring atlet-atlet jalanan yang punya potensi.
“Kami sudah dapat instruksi dari dewan. Nanti ada rekomendasi dari dinas pendidikan agar kami bisa masuk ke sekolah-sekolah. Di sana kami akan bentuk kelas ekstrakurikuler beladiri. Daripada berkelahi di jalan, lebih baik disalurkan ke beladiri prestasi. Event pencak dor juga mulai kami hidupkan lagi. Ini jadi wadah positif untuk anak-anak muda,” pungkasnya. (jar/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah