BLITAR - Sejumlah prestasi ditorehkan dengan skill yang Cantika Fairish Putri Farhani asah sejak kecil. Gadis 19 tahun ini memang ingin terus mencetak prestasi di banyak bidang. Tak hanya public speaking dan marching band, tapi juga musik.
Kegigihan dalam berproses sudah tertanam dalam diri Cantika. Darah seni, khususnya seni musik, dalam dirinya ini mengalir dari ayahnya yang juga menekuni dunia marching band.
Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ini berhasil mewakili Kabupaten Blitar di ajang Porprov IX Jatim 2025 cabang olahraga drum band.
"Kecintaan ayah sama marching band buat aku tertarik untuk ikut. Awal belajar itu SD, sampai waktu SMA itu aku gabung ke tim kabupaten dan ditunjuk untuk mewakili Kabupaten Blitar di porprov tahun ini, sambil aku belajar public speaking karena minat aku di sana," tutur gadis asal Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, ini.
Minat dalam diri Cantika pada public speaking memberikan peluang besar bagi dia untuk mengikuti kompetisi speech.
"Dari kecil memang sudah sering menjuarai kompetisi speaking, SD-SMP aku ikut lomba public speaking Arab, puisi bahasa Indonesia, serta pidato. Sampai SMA, aku bisa ikut kompetisi bahasa Inggris yang benar-benar aku minati," jelasnya.
Bakatnya yang terus diasah dan caranya membagi waktu, memberikan kesempatan dia untuk menorehkan sejumlah prestasi.
"Sewaktu SMA, aku coba ikut jurnalistik. Ternyata aku punya kemampuan untuk jadi reporter. Dari situ, aku ditunjuk mewakili MA Ma’arif Udanawu sebagai finalis Duta Generasi Berencana. Akhirnya berhasil membawa pulang gelar Duta Genre Favorit Kabupaten Blitar tahun 2022," ungkapnya.
Cantika mengaku bahwa dari ajang Duta Genre bisa diundang sebagai narasumber dan menjadi master of ceremony (MC) di berbagai acara.
Perjalanan prestasi gadis ini tidak berjalan dengan mulus. Dia sempat mendapat hujatan dari sekitar.
Baca Juga: Hanya 12% Kepala Rumah Tangga Lulusan S1, Apa Dampaknya Bagi Masa Depan Generasi Muda?
"Sebenarnya aku takut nunjukin prestasi aku gitu, karena dulu pernah dihujat terus dikira sombong dan pamer. Tapi sekarang jadiin pelajaran untuk nggak dengerin omongan orang lain. Karena kalau orang nggak suka sama kita, pasti bakal ada aja yang kurang," ujarnya.
Lika-liku tersebut memberikan gadis asal Udanawu ini semangat untuk terus membanggakan orang tuanya. Bagi Cantika, terus berprestasi adalah kunci untuk mengukir masa depan yang cerah. (mg3/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah