Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemberontakan PETA Blitar 1945: Jejak Heroik Supriadi dalam Sejarah Blitar

Anggi Septiani • Selasa, 12 Agustus 2025 | 05:00 WIB

Pemberontakan PETA Blitar 1945: Jejak Heroik Supriadi dalam Sejarah Blitar
Pemberontakan PETA Blitar 1945: Jejak Heroik Supriadi dalam Sejarah Blitar

Blitar- tidak hanya dikenal sebagai kota proklamator, tetapi juga saksi peristiwa penting dalam sejarah Blitar yang mengguncang kekuasaan Jepang pada 1945. Peristiwa itu adalah pemberontakan PETA Blitar yang dipimpin oleh Supriadi, seorang perwira muda yang berani menantang kekuatan militer penjajah.

Aksi ini menjadi salah satu catatan langka dalam sejarah Blitar karena melibatkan pasukan yang justru dididik oleh Jepang sendiri. Dengan keberanian luar biasa, Supriadi dan pasukannya bangkit menentang tirani, meski sadar nyawa menjadi taruhannya.

Lebih dari sekadar perlawanan bersenjata, pemberontakan ini mengirim pesan kuat bahwa semangat kemerdekaan tak bisa dibungkam. Peristiwa ini menjadi simbol perjuangan rakyat dalam sejarah Blitar dan perjuangan bangsa.

Latar Belakang Pemberontakan

PETA (Pembela Tanah Air) dibentuk oleh Jepang pada masa pendudukan untuk memperkuat pertahanan dari ancaman Sekutu. Namun, di Blitar, semangat patriotik para anggota PETA justru mendorong mereka untuk melawan.

Kebijakan keras Jepang, termasuk kerja paksa dan penindasan rakyat, membakar kemarahan di kalangan perwira PETA. Supriadi, komandan kompi di Blitar, mulai menggalang dukungan dari pasukannya.

Rencana pemberontakan disusun secara rahasia, memanfaatkan rasa solidaritas di antara prajurit yang sama-sama muak pada penjajah.

Malam Penentuan

Pada 14 Februari 1945, suasana Blitar memanas. Supriadi memimpin pasukannya melakukan serangan ke markas Jepang. Senjata yang mereka miliki terbatas, tetapi semangat juang mengalahkan rasa takut.

Serangan tersebut berhasil menimbulkan kekacauan di pihak Jepang. Beberapa pos penting direbut, termasuk gudang senjata.

Meski Jepang segera mengerahkan pasukan bantuan, momentum awal pemberontakan sudah memberi inspirasi besar bagi rakyat Blitar.

Pengibaran Merah Putih di Monumen Potlot

Salah satu momen paling bersejarah adalah pengibaran bendera Merah Putih di Monumen Potlot. Bendera itu berkibar gagah, menjadi simbol perlawanan terbuka terhadap Jepang.

Pengibaran ini terjadi sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, sehingga memiliki makna simbolis yang sangat kuat.

Monumen Potlot kini menjadi saksi bisu keberanian para pejuang PETA Blitar. Setiap tahun, tempat ini dikunjungi untuk mengenang pengorbanan mereka.

Dampak dan Balasan Jepang

Pemberontakan PETA Blitar membuat Jepang marah besar. Mereka melakukan operasi besar-besaran untuk memburu Supriadi dan para pengikutnya.

Banyak pejuang yang gugur atau ditangkap. Namun, Supriadi sendiri menghilang, dan hingga kini nasibnya tetap menjadi misteri sejarah.

Meski gagal secara militer, aksi ini mengguncang mental Jepang dan menunjukkan bahwa rakyat Indonesia tak bisa ditaklukkan sepenuhnya.

Warisan Perjuangan

Peristiwa ini meninggalkan warisan moral yang kuat bagi generasi penerus. Pemberontakan PETA Blitar menjadi bukti bahwa keberanian bisa lahir dari situasi paling tertekan.

Di sejarah Blitar, nama Supriadi dikenang sebagai pahlawan yang menolak tunduk. Kisahnya mengajarkan arti pengorbanan demi kebebasan bangsa.

Banyak peneliti sejarah menilai bahwa aksi PETA Blitar menjadi pemicu semangat perjuangan di daerah lain menjelang kemerdekaan.

Peringatan dan Edukasi

Pemerintah Kota Blitar rutin menggelar upacara peringatan di Monumen Potlot setiap Februari. Acara ini dihadiri oleh veteran, pelajar, dan masyarakat umum.

Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai perjuangan terus diwariskan. Generasi muda diharapkan mengenal kisah heroik ini, bukan hanya sebagai cerita, tetapi sebagai teladan keberanian.

Dokumentasi dari berbagai sumber, termasuk kesaksian veteran, telah diarsipkan untuk memastikan kisah ini tak hilang ditelan zaman.

Sumber Sejarah dari Borin Vlong

Menurut rekaman video dan riset Borin Vlong, pemberontakan PETA Blitar memiliki detail yang jarang diungkap. Salah satunya adalah koordinasi rahasia antarpos yang dilakukan hanya lewat isyarat tertentu untuk menghindari penyadapan Jepang.

Borin Vlong juga mengungkap bahwa beberapa tokoh lokal turut membantu logistik dan persembunyian pasukan setelah pemberontakan gagal. Dukungan rakyat ini menjadi bukti bahwa perjuangan tidak berdiri sendiri.

Dengan penggalian arsip dan wawancara, Borin Vlong membantu memperkaya pemahaman kita tentang peristiwa ini.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#sejarah blitar