BLITAR – Memasuki semester II, ternyata belum semua proyek pembangunan infrastruktur di Bumi Bung Karno telah direncanakan masuk sistem pengadaan secara elektronik (SPDE).
Termasuk 10 proyek strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.
Sejumlah proyek strategis tersebut meliputi pembangunan dua gedung kantor kelurahan (Plosokerep dan Tanggung), pembangunan gedung SMPN 6 Blitar tahap III, pembangunan TK Kepanjenlor, dua pengadaan seragam SD dan SMP, pembangunan outbound Gedog tahap II, pembangunan pustu Kepanjenlor, pembangunan gedung bela diri tahap II, dan revitalisasi Alun-Alun Kota Blitar tahap III.
Dari sejumlah proyek strategis tersebut, masih beberapa proyek yang berjalan atau mulai dikerjakan.
Badan pendapatan keuangan dan aset daerah (BPKAD) mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengoptimalkan serapan anggaran. Baik itu anggaran dari program fisik maupun nonfisik.
”Kami minta agar OPD-OPD bisa segera mempercepat realisasi program-programnya yang sudah direncanakan demi optimalisasi serapan anggaran belanjanya,” jelas Kepala BPKAD Kota Blitar, Widodo Saptono Johannes, Selasa (12/8/2025).
Jika program kegiatan fisik maupun nonfisik sudah terlaksana, lanjut Widodo, sebisa mungkin diimbangi dengan serapan anggaran.
OPD terkait bisa segera mengajukan dokumen pencairan anggaran belanja sesuai dengan progres yang sudah berjalan.
”Jika pencairan dilaksanakan sesuai jadwal, harapannya serapan bisa optimal,” terangnya.
Jangan sampai pencairan anggaran belanja dilakukan di akhir semester. Hal tersebut berpotensi menghambat serapan anggaran.
”Kami berharap tidak sampai molor pencairannya. Kan sudah terjadwal sehingga bisa dioptimalkan oleh teman-teman di OPD,” jelasnya.
Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Blitar di situs resmi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kota Blitar, setidaknya masih enam paket proyek fisik atau infrastruktur yang sudah di lelang.
Lima paket proyek di antaranya sudah dikerjakan. Sementara satu paket lainnya masih tahap lelang.
Adapun enam paket proyek sudah masuk SPSE tersebut meliputi pembangunan Pustu Kepanjenlor; pembangunan TK negeri baru Kepanjenlor, rehabilitasi ruang kelas SDN 1 Sukorejo, pembangunan SMPN 6 Blitar tahap III, pembangunan kantor baru Kelurahan Tanggung, pembangunan kantor baru Kelurahan Plosokerep.
Khusus paket proyek pembangunan Pustu Kepanjenlor saat ini masih tahap pembukaan dokumen penawaran.
Dari pantuan di SPSE tersebut, tampaknya masih ada lima paket dari 10 proyek strategis Pemkot Blitar yang belum terlelang.
Kelima paket tersebut yaitu dua pengadaan seragam SD dan SMP, pembangunan outbound Gedog Tahap II, pembangunan gedung beladiri tahap II, dan pembangunan alun-alun tahap III. (sub/c1/ady) (*)
Baca Juga: Proyek Pembangunan Kantor Kelurahan Tanggung Kota Blitar Terus Dikebut Meski di Musim Hujan
Editor : M. Subchan Abdullah