Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jelang Karnaval Agustusan, Perajin Kostum Carnival di Blitar Justru Sebut Permintaan Sewa Malah Menurun Dampak Kebijakan Pemerintah Ini

Risky Febrya Alvi Sahrin • Rabu, 13 Agustus 2025 | 20:15 WIB
Jelang Karnaval Agustusan, Perajin Kostum Carnival di Blitar Justru Sebut Permintaan Sewa Malah Menurun Dampak Kebijakan Pemerintah Ini
Jelang Karnaval Agustusan, Perajin Kostum Carnival di Blitar Justru Sebut Permintaan Sewa Malah Menurun Dampak Kebijakan Pemerintah Ini

BLITAR - Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), para perajin atau persewaan kostum karnaval di Blitar mulai kebanjiran pesanan.

Salah satunya adalah Yuda Krisnawan, pemilik persewaan kostum Yuda BFC, yang dikenal sebagai salah satu kreator kostum unik untuk berbagai acara.

Pria 37 tahun ini telah merintis usaha penyewaan kostum sejak 2011. Meski begitu, usahanya ini baru benar-benar dikenal secara luas sejak 2014 lalu.

Saat itu, mulai banyak pelanggan yang menyewa dan menggunakan kostum yang dibuatnya.

Awalnya, Yuda menggarap kostum daur ulang pesanan customer dan berhasil meraih juara. Dari situ, namanya mulai dikenal, terutama untuk kostum karnaval.

Berbagai kostum dia siapkan untuk melayani pelanggannya, mulai dari baju adat, batik, kebaya, maupun jas untuk duta-duta, hingga sepatu atau flatshoes.

“Varian kostum yang paling diminati oleh masyarakat adalah kostum ‘ratu-ratuan’ yang identik dengan ekor baju yang panjang di bagian belakang,” jelas pria ramah ini.

Setelah cukup dikenal, pelanggannya berasal dari beberapa daerah. Tak hanya dari Blitar, tapi juga ada dari Kediri, Trenggalek, Tulungagung, hingga Malang.

Bahkan beberapa kali pernah menyewakan kostum ke luar pulau yaitu Kalimantan, hingga luar negeri, Thailand.

Proses pembuatan kostum yang didesainnya bisa memakan waktu cukup lama, mulai dari seminggu untuk kostum yang “ratu-ratuan” hingga bulanan untuk kostum karnaval.

Desain yang dipakai berasal dari gagasan sendiri, juga ada yang terinspirasi dari karya orang lain. “Saat pengerjaan kostum, biasanya saya dibantu sekitar 25 karyawan paro waktu dan 8 karyawan tetap,” ungkapnya.

Biaya jasa persewaan kostumnya dari kisaran Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah. Namun untuk saat ini, dia merasakan adanya penurunan signifikan, khususnya untuk masalah harga sewa.

“Kalau dulu harga sewa biasanya bisa sampai jutaan dengan baju yang disewa cukup beragam, namun sekarang kisaran di harga Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu saja. Soalnya tren kostum yang diminati penyewa lebih simpel dibanding tahun-tahun sebelumnya” ujarnya, saat ditemui di sela proses melayani pelanggan, Selasa (12/8/2025).

Yuda mengakui tantangan terbesar usaha persewaannya yaitu waktu yang tersedia untuk membuat kostum ataupun melayani pelanggan dalam proses penyewaan kostum terbatas.

Tantangan lain berasal dari kebijakan pemerintah perihal ditiadakannya acara pelepasan siswa-siswi di sekolah, hingga dilarangnya sound horeg.

Ini menyebabkan banyak event yang akan digelar batal.

“Karena biasanya di dua event tersebut paling banyak menggunakan jasa persewaan kostum. Meski demikian, kepopuleran karya-karya saya tetap terbantu dengan adanya FYP ( for your page) di laman sosial media TikTok,” akunya. (*/c1/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#blitar #karnaval #Perajin #kostum #agustusan #menurun #carnival