Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jejak Keagungan Majapahit di Candi Simping: Dari Arca Siwa Wisnu hingga Tirta Parakewa

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Kamis, 14 Agustus 2025 | 01:20 WIB
Candi Simping bukan sekadar tumpukan batu tua. Situs bersejarah di Blitar ini menyimpan jejak kejayaan Majapahit lewat artefak-artefak yang sarat makna.
Candi Simping bukan sekadar tumpukan batu tua. Situs bersejarah di Blitar ini menyimpan jejak kejayaan Majapahit lewat artefak-artefak yang sarat makna.

BLITAR – Candi Simping bukan sekadar tumpukan batu tua. Situs bersejarah di Blitar ini menyimpan jejak kejayaan Majapahit lewat artefak-artefak yang sarat makna. Mulai dari arca Siwa Wisnu, pahatan kura-kura dan naga, hingga relief yang menggambarkan kisah Samudra Manthana, semuanya menjadi saksi bisu kebesaran masa lalu.

Tak heran, Candi Simping dianggap keramat karena diyakini sebagai tempat pendarmaan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

Di masa lalu, arca Siwa Wisnu yang ditemukan di sini memiliki ciri khas bertangan empat, simbol kekuatan dan keagungan. Kini, arca tersebut tersimpan di Museum Nasional Jakarta demi keamanan dan pelestarian.

Baca Juga: ⁠Lima Proyek Strategis Milik Pemkot Blitar Belum Masuk Situs Lelang SPSE

Selain itu, terdapat pahatan kura-kura dan naga yang saling mengait. Relief ini dipercaya merepresentasikan kisah Samudra Manthana atau pengadukan lautan susu dalam mitologi Hindu. Kisah tersebut menggambarkan para dewa dan asura yang bekerja sama memutar Gunung Mandara untuk memperoleh Tirta Amerta, air kehidupan abadi.

Di Candi Simping, kisah ini direpresentasikan lewat pahatan kura-kura sebagai penopang gunung dan naga sebagai tali pemutar. Ornamen ini menjadi bukti bahwa nilai spiritual dan simbolis pada masa Majapahit sangat kental menyatu dengan arsitektur candi.

Tak hanya itu, ditemukan pula Tirta Parakewa, relief unik yang menggambarkan sumber air suci. Bagi masyarakat Majapahit, air suci ini digunakan dalam upacara-upacara penting, termasuk ritual penghormatan kepada leluhur.

Baca Juga: Pendamping RT Keren hingga Pokmas Diminta Hati-hati Gunakan Dana Proyek, Pemkot Blitar Gandeng Polisi Lakukan Pengawasan

Meski kini Candi Simping hanya menyisakan puing berserakan, artefak-artefak ini menunjukkan betapa megahnya bangunan aslinya. Berdasarkan ukuran batu yang ditemukan, para ahli memperkirakan candi ini dulunya memiliki tinggi sekitar 20 meter.

Material penyusunnya terdiri dari bata merah sebagai inti bangunan dan batu andesit sebagai pelapis luar. Perpaduan ini memberi kekuatan sekaligus keindahan, meski juga membuat candi rentan terhadap kerusakan akibat cuaca dan pergeseran tanah.

Nilai sejarah Candi Simping semakin tinggi karena fungsinya sebagai salah satu candi makam keluarga kerajaan Singasari dan Majapahit. Posisi candi yang menghadap ke timur mengisyaratkan penghormatan terhadap matahari terbit, simbol kehidupan dan harapan.

Baca Juga: ⁠Kasus Dugaan Korupsi Proyek Dam Kali Bentak di Blitar Masuk Persidangan, Jaksa Siapkan Saksi dari TP2ID

Sejak ditemukan dan diidentifikasi pada 1908, Candi Simping menjadi objek penelitian arkeologis yang penting. Namun, banyak artefak yang kini dipindahkan ke museum demi pelestarian, sehingga pengunjung hanya bisa melihat replika atau dokumentasinya di lokasi.

Bagi masyarakat Blitar, Candi Simping tetap memiliki nilai sakral. Banyak peziarah dan wisatawan datang untuk melihat langsung sisa-sisa peninggalan ini, sekaligus mengenang masa keemasan Majapahit.

Keberadaan arca, pahatan, dan relief yang sarat makna di Candi Simping mengingatkan kita bahwa warisan budaya bukan sekadar benda mati. Ia adalah pesan dari masa lalu yang harus dijaga agar tetap bisa dibaca oleh generasi mendatang.

Pelestarian situs ini menjadi tanggung jawab bersama. Sebab, seperti yang diajarkan nenek moyang, menjaga sejarah berarti menjaga jati diri bangsa. Candi Simping telah membuktikan bahwa meski fisiknya runtuh, nilai dan maknanya tetap berdiri kokoh.

Editor : Anggi Septian A.P.
#majapahit #candi simping #sejarah blitar #Raden Saleh