BLITAR - Penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai terdeteksi lagi di wilayah Kabupaten Blitar. Sebanyak 15 ekor sapi dilaporkan mengalami serangan PMK yang berada di dua kecamatan, yakni Udanawu dan Kademangan. Isolasi area serangan PMK telah dilakukan sebagai antisipasi merebaknya temuan sepekan terakhir ini.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, serangan PMK telah terjadi di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, dan Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan.
Di Desa Karanggondang, terdapat 5 ekor dari tiga peternak yang dilaporkan pada Jumat (8/8/2025) lalu, sedangkan di Desa Plosorejo terdapat 10 ekor dari enam peternak yang dilaporkan pada Senin (11/8/2025).
Total ada 15 ekor dan diperkirakan sapi-sapi itu tertular dari wilayah luar Kabupaten Blitar. “Sapi-sapi yang terserang PMK adalah sapi-sapi yang baru dibeli dan yang belum jelas pernah divaksin atau belum,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin.
Usai mendapatkan temuan di lapangan, petugas disnakkan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa (pemdes) setempat untuk melakukan isolasi agar serangan PMK tidak merebak.
Beberapa tanda yang tampak dari sapi yang terserang PMK antara lain, sapi mengeluarkan air liur yang banyak, terdapat lesi pada area gusi, hingga suhu tubuh tinggi di atas 39 derajat celcius.
Seperti diketahui, saat ini adalah masa vaksinasi PMK periode II yang berlangsung selama Juli hingga September 2025. Setidaknya, berdasarkan data Disnakkan Kabupaten Blitar dalam periode Juli 2025, ada 5.219 ekor sapi, kambing, dan domba, yang mendapatkan vaksinasi PMK.
Para peternak tidak boleh menganggap enteng serangan PMK yang biasa menyasar sapi, kambing, dan domba. Para peternak diimbau untuk segera mengikuti vaksin untuk hewan ternaknya. Jangan sampai ketika serangan PMK merebak, para peternak baru berbondong-bondong ingin mendapatkan fasilitas vaksin. (ynu/c1) (*)