BLITAR - Sanggar Seni Trah Budaya yang berdiri sejak 2020 siap tampil memukau di BEN Carnival Blitar 2025.
Sanggar yang didirikan oleh Ilham Hidayatullah Al-Ghifari ini berfokus pada seni tari dan musik.
Tahun ini mendapat kehormatan mengisi pembukaan acara dengan tema budaya adat khas Kota Blitar.
Bermarkas di Kecamatan Kepanjenkidul, Blitar, sanggar ini memiliki total 70 anggota tetap.
Meskipun Ilham kini berdomisili di Jogjakarta, dia tetap pulang ke Blitar jika ada event penting.
Pada BEN Carnival tahun ini, Sanggar Seni Trah Budaya menurunkan 30 personel untuk menampilkan seni musik.
Persiapan dimulai dua minggu sebelumnya dengan latihan khusus musik pada 21–22 Agustus.
Kostum penampil dirancang sesuai ketentuan penyelenggara, untuk perempuan mengenakan kebaya janggan, sementara untuk laki-laki memakai hem hitam lengkap dengan blangkon puspa dahana khas Blitar.
Ilham mengungkapkan bahwa penampilan kali ini membawa pesan mendalam untuk mengenang para pahlawan yang telah mendahului.
“Setiap tampilan pastinya memiliki pesan, dan pesan tersirat dari aransemen musik yang akan dibawa (di BEN Carnival) untuk mengenang pahlawan-pahlawan yang mendahului kita,” ujar pemilik sanggar ini.
Sanggar ini terkenal dengan karya orisinal yang berbeda dari sanggar lain.
Lagu pengiring merupakan perpaduan unik antara musik barat dan gamelan, sementara kostum dibuat sendiri dengan anggaran khusus setiap event.
Meski belum memiliki jadwal latihan rutin, persiapan setiap event dilakukan secara intensif dari sore hingga malam.
Selain tampil di Blitar, pada 23 Agustus nanti sanggar ini langsung melanjutkan ke Nganjuk untuk mengisi Festival Budaya Mataram, sekaligus menambah personel di bagian tari.
Di kedua event tersebut, mereka juga berkolaborasi dengan seniman lokal dan luar kota, termasuk dari Surabaya.
Ilham menegaskan pentingnya antisipasi dalam setiap penampilan.
Pengalaman sebelumnya membuat mereka selalu menyiapkan penari cadangan serta sistem dubbing musik jika terjadi kendala teknis, seperti mikrofon tidak berfungsi.
“Kita menyalakan dubbing, tetapi kita bisukan saat penampilan dimulai, jadi kita akan menyalakannya jika ada kesalahan teknis,” jelasnya. (mg5/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah