BLITAR – Rambut Monte bukan sekadar situs wisata alam di Blitar. Di balik telaga jernihnya, tersimpan kisah mistis tentang ikan dewa yang membuat tempat ini kental dengan aura legenda.
Keberadaan ikan dewa di Telaga Rambut Monte sudah dikenal sejak lama. Warga sekitar meyakini ikan sengkaring, sebutan lain ikan dewa, merupakan jelmaan prajurit Majapahit yang dikutuk. Cerita itu turun-temurun, menjadikan Rambut Monte bukan hanya cagar budaya, tapi juga tempat yang diselimuti kepercayaan.
Kisah ini semakin populer setelah dikupas oleh kanal Asa Dua Dunia, yang menghadirkan penelusuran langsung di lokasi. Mereka mengulas misteri ikan dewa, mitos yang berkembang, hingga kisah orang-orang yang pernah melanggar pantangan di telaga ini.
Baca Juga: Pemkot Blitar Pastikan Fokus Benahi RSUD Mardi Waluyo, Wali Kota Mas Ibin: Kami Terus Monitoring
Legenda Ikan Dewa Rambut Monte
Menurut cerita masyarakat, ikan sengkaring yang hidup di Rambut Monte diyakini tidak boleh dipancing atau dikonsumsi. Ada anggapan bahwa siapa pun yang nekat melakukannya akan mendapat bala.
Beberapa kisah diceritakan oleh juru kunci setempat. Ada warga yang konon pernah memakan ikan dari telaga ini. Setelah dimasak, ikan itu berubah menjadi duri belaka. Bahkan ada yang jatuh sakit hingga meninggal, sehingga memperkuat keyakinan warga akan pantangan tersebut.
Cerita semacam ini membuat ikan dewa di Rambut Monte dihormati dan dianggap sakral. Jumlahnya tetap lestari meski puluhan tahun berlalu, seolah ada kekuatan yang menjaganya.
Baca Juga: Lewat Karnaval HUT ke-80 RI, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tekankan Makna Kemerdekaan
Warisan Majapahit di Rambut Monte
Rambut Monte sendiri merupakan situs peninggalan era Majapahit. Di kawasan ini terdapat candi dan patirtan yang dipercaya sebagai tempat pemujaan pada masa lalu. Keberadaan telaga dengan sumber mata air jernih menambah nilai sejarah sekaligus spiritual bagi masyarakat.
Asa Dua Dunia dalam liputannya menjelaskan bahwa Rambut Monte tidak hanya dikenal karena telaganya, tetapi juga energi mistis yang diyakini masih terasa. Ada yang percaya jika ikan dewa adalah simbol kemakmuran kerajaan masa lalu.
Hal ini diperkuat dengan letak situs yang berada di tengah hutan pinus, memberi nuansa magis. Air telaga yang biru di tengah dan hijau di pinggirnya juga dianggap menyimpan keunikan yang belum sepenuhnya terpecahkan secara ilmiah.
Baca Juga: Festival Sound di JLS Blitar Batal Digelar, Ini Sebabnya
Pantangan di Telaga Rambut Monte
Selain larangan memakan ikan dewa, ada pantangan lain yang diyakini masyarakat. Telaga ini dianggap tidak boleh dijadikan tempat untuk niat buruk, seperti pesugihan atau perbuatan mesum.
Seorang juru kunci bercerita, pernah ada pasangan muda yang berkunjung dengan niat tidak baik. Saat perjalanan pulang, salah satu dari mereka mengalami kesurupan. Bahkan orang yang menolongnya ikut terkena imbas hingga akhirnya harus ditebus dengan ritual permohonan maaf di telaga tersebut.
Cerita semacam ini memperkuat keyakinan bahwa Rambut Monte adalah tempat sakral yang harus dihormati. Siapa pun yang datang dengan niat baik akan merasakan ketenangan, namun yang datang dengan maksud buruk bisa mendapat peringatan gaib.
Baca Juga: Semangat Kemerdekaan, Komunitas Honda Ramaikan Konvoi Merdeka di Blitar
Antara Mitos dan Fakta
Meski banyak cerita mistis, sebagian orang mencoba melihat fenomena ikan dewa dari sisi ilmiah. Ikan sengkaring sebenarnya merupakan spesies ikan air tawar yang bisa hidup di telaga. Namun, kisah kutukan Majapahit membuatnya berbeda dari ikan lain.
Kisah mistis juga sering bercampur dengan fakta. Misalnya, adanya sumber air yang memancarkan pasir dari dasar telaga. Secara ilmiah, hal itu bisa dijelaskan sebagai fenomena geologi. Namun, masyarakat setempat menafsirkannya sebagai tanda adanya energi gaib.
Asa Dua Dunia menegaskan, antara mitos dan fakta di Rambut Monte selalu berjalan beriringan. Pengunjung bebas mempercayai sisi yang mana, namun yang jelas, Rambut Monte tetap menjadi salah satu ikon wisata spiritual di Blitar.
Baca Juga: Komisi II DPRD Kota Blitar Soroti KMP usai Diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Ini Katanya
Pesan Spiritual di Rambut Monte
Di balik misteri ikan dewa, Rambut Monte menyimpan pesan universal tentang penghormatan terhadap alam. Warga sekitar percaya, ikan di telaga itu adalah simbol keseimbangan dan kemakmuran. Selama manusia menjaga sikap, alam pun akan memberikan keberkahan.
Itulah sebabnya Rambut Monte tidak pernah sepi pengunjung. Ada yang datang sekadar menikmati panorama, ada yang ingin melakukan ritual penyucian diri, bahkan ada yang sekadar “healing” di tengah suasana hutan.
Misteri ikan dewa menjadikan Rambut Monte lebih dari sekadar wisata alam. Ia adalah ruang pertemuan antara sejarah, mitos, dan spiritualitas yang tetap hidup di tengah masyarakat Blitar.
Editor : Anggi Septian A.P.