Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠MBG Mulai Dibagikan di Kabupaten Blitar, Ini Titik-titik Sasarannya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 20 Agustus 2025 | 17:47 WIB

 

⁠MBG Mulai Dibagikan di Kabupaten Blitar, Ini Titik-titik Sasarannya
⁠MBG Mulai Dibagikan di Kabupaten Blitar, Ini Titik-titik Sasarannya

BLITAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) mulai digulirkan di Kabupaten Blitar. Untuk tahap awal, ada dua titik kecamatan layanan yang sudah berjalan, yakni di Desa Sukosewu dan Desa/Kecamatan Gandusari, serta Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro. Program ini sudah dimulai sejak Selasa (19/8/2025).

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Blitar, Arif Yuli Tantowi mengatakan, setiap titik layanan dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap SPPG memiliki kapasitas maksimal 4.000 penerima manfaat.

Mereka tidak hanya menyasar siswa sekolah, tapi juga balita serta kelompok rentan lain. “Kalau target jumlah SPPG tidak ada, namun kami masih terus membangun dapur MBG ini. Idealnya satu SPPG bisa menjangkau maksimal 4.000 penerima manfaat dengan radius layanan enam kilometer dari titik pendistribusian,” jelasnya.

Arif melanjutkan, SPPG Sukosewu melayani 3.207 siswa dari 10 sekolah. Pendistribusian makanan dilakukan mulai pukul 07.00 WIB secara bertahap. Ada dua armada yang disiapkan, juga menyesuaikan kemampuan mitra dan yayasan pengelola.

Maka dari itu, kelas bawah dulu yang menerima MBG ini, baru distribusi selanjut kelas di atasnya. “Sehingga tidak diantar ketika jam makan,” jelasnya.

Suasana tampak sibuk di SPPG. Petugas yang terdiri dari chef dan ahli gizi gotong royong untuk meracik menu yang sehat bagi pelajar. Tentu sudah dipikirkan dengan matang sajian makanan yang akan dihidangkan untuk penerima manfaat.

Sementara itu, Aan Mahathir, kepala SPPG Sukosewu menjelaskan, seluruh tenaga pengolah makanan diambil dari warga setempat. Ada 47 tenaga lokal yang terlibat, yakni dari perempuan yang lokasinya dekat dengan SPPG.

Lokasi SPPG ini bermitra dengan swasta yaitu PT Asa Jaya. “Semua menu diatur oleh ahli gizi sesuai standar kebutuhan gizi harian. Untuk bahan-bahan makanan, kami dapat dari UMKM sekitar. Ada tujuh UMKM yang sudah terlibat. Supplier ada yang dari petani dan pengepul,” jelasnya.

Aan menambahkan, program MBG ini tidak hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Bahan baku dipasok dari UMKM, BUMDes, hingga petani setempat yang bermitra dengan SPPG.

Dalam gedung SPPG harus steril, hanya petugas tertentu yang bisa masuk dalam ruangan tersebut. Bahkan, semua petugas yang ada di dalam harus memakai baju yang panjang dan bersih dengan dilengkapi kaus tangan.

“Untuk kapasitas 3.000 porsi per hari, kebutuhan beras sekitar 3 kuintal, sayur 3–4 kuintal, buah juga 3 kuintal, dan telur sekitar 2–3 kuintal. Semua prioritasnya dari pemasok lokal,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

SEMARAK: Kades Samar Rubik Astono ikut berpartisipasi di Jalan Sehat Kreasi. (RINTO WAHYU/RADAR TULUNGAGUNG)
SEMARAK: Kades Samar Rubik Astono ikut berpartisipasi di Jalan Sehat Kreasi. (RINTO WAHYU/RADAR TULUNGAGUNG)
Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #Makan Bergizi Gratis (MBG) #Badan Gizi Nasional (BGN)