BLITAR - Kota Blitar tidak hanya dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama RI, Soekarno. Di kota ini, tepatnya di Istana Gebang, terdapat sebuah sumur tua yang menyimpan cerita penuh misteri. Sumur ini diyakini memiliki tuah dan membawa keberkahan bagi siapa saja yang menggunakan airnya.
Istana Gebang yang terletak di Jalan Sultan Agung, Blitar, merupakan rumah masa muda Soekarno. Di sinilah Bung Karno tinggal bersama ayahnya, Raden Sukemi Sosrodiharjo, ibunya Ida Ayu Nyoman Rai, dan keluarganya. Hingga kini, rumah berarsitektur perpaduan Jawa dan Belanda tersebut masih terjaga keasliannya.
Salah satu daya tarik utama dari Istana Gebang selain koleksi foto, mobil antik, hingga mesin ketik, adalah sumur tua yang terletak di bagian belakang rumah. Banyak pengunjung yang datang ke Blitar khusus untuk melihat sumur tersebut dan merasakan langsung aura yang dipercaya menyimpan energi positif.
Masyarakat sekitar percaya bahwa air sumur tua di Istana Gebang bukan air biasa. Mereka meyakini air tersebut membawa keberkahan, mulai dari kesehatan, kecerdasan, hingga keberuntungan. Tidak jarang, pengunjung menggunakan air ini untuk membasuh wajah, mandi, bahkan membawanya pulang untuk diminum.
Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. Sejak lama, cerita tentang Soekarno dan keluarganya yang dekat dengan sumur ini menjadi bagian dari memori kolektif warga Blitar. Sumur tersebut dianggap saksi bisu kehidupan Bung Karno sebelum menjadi tokoh besar bangsa.
Aura magis semakin terasa ketika berada di sekitar sumur. Suasana sejuk, tenang, dan klasik seakan membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Tidak sedikit wisatawan yang mengaku merasakan pengalaman spiritual saat menyentuh air sumur itu.
Menurut Bhakti Adi Chandra, seorang pemerhati sejarah lokal, sumur tua di Istana Gebang adalah salah satu magnet wisata sejarah Blitar. "Sumur ini bukan sekadar sumber air. Bagi masyarakat, ini simbol sejarah, spiritualitas, dan penghormatan kepada Soekarno," ujarnya.
Meski demikian, pihak pengelola Istana Gebang selalu mengingatkan pengunjung untuk menjaga adab ketika berkunjung. Pasalnya, Istana Gebang adalah rumah keluarga besar Soekarno yang memiliki nilai sejarah tinggi. Kesopanan dan tata krama wajib dijaga agar aura sejarah tetap terpelihara.
Tidak hanya air sumur, suasana di sekitar Istana Gebang juga kerap membuat pengunjung terkesan. Kamar Bung Karno, ruang keluarga, hingga koleksi foto dan benda antik memberikan pengalaman wisata edukatif yang berbeda. Semua ini menambah daya tarik Blitar sebagai kota wisata sejarah.
Pengunjung diperbolehkan mengambil foto dan video di sekitar sumur maupun ruangan lain. Bahkan, beberapa wisatawan menjadikan kunjungan ke sumur tua sebagai ritual tersendiri sebelum melanjutkan perjalanan wisata di Blitar.
Istana Gebang memang terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Hal ini membuat siapa saja bisa dengan mudah menjelajahi rumah masa muda Soekarno. Tidak heran jika tempat ini menjadi destinasi wajib bagi wisatawan, pelajar, maupun peneliti sejarah.
Daya tarik mistis sumur tua ini juga membuat Istana Gebang sering masuk dalam liputan media. Banyak yang mengangkat sisi spiritual sekaligus historis dari tempat tersebut. Apalagi, keberadaannya menyatu dengan kisah perjalanan hidup Bung Karno di Blitar.
Bagi warga Blitar, sumur tua Istana Gebang adalah kebanggaan sekaligus simbol kearifan lokal. Mereka percaya bahwa keberadaannya akan terus mengikat generasi muda dengan sejarah bangsa. Sumur ini bukan sekadar peninggalan keluarga Soekarno, melainkan juga pengingat tentang pentingnya merawat tradisi dan sejarah.
Jika Anda berkunjung ke Blitar, jangan lupa menyempatkan diri mampir ke Istana Gebang. Rasakan sendiri aura sumur tua yang penuh misteri. Siapa tahu, Anda bisa merasakan berkah yang diyakini turun bersama setiap tetes airnya.
Editor : Anggi Septian A.P.