BLITAR - Kota Blitar selalu identik dengan sosok Soekarno. Selain menjadi tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama Republik Indonesia itu, Blitar juga menyimpan jejak masa muda Bung Karno. Salah satu yang menarik perhatian adalah kamar Bung Karno muda di Istana Gebang.
Istana Gebang yang terletak di Jalan Sultan Agung, Blitar, merupakan rumah keluarga Soekarno. Di rumah bercorak arsitektur Jawa dan Belanda ini, Soekarno muda menghabiskan masa remajanya bersama ayahnya Raden Sukemi Sosrodiharjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.
Kamar pribadi Bung Karno menjadi ruangan yang paling banyak menarik minat wisatawan. Kamar tersebut terletak di bagian depan rumah, tepat setelah melewati joglo ruang tamu. Suasananya masih sangat otentik, dengan lantai ubin kuno, ranjang sederhana, dan sebuah wastafel di ujung ruangan.
Yang membuat kamar ini istimewa adalah keberadaan sebuah lukisan Pangeran Diponegoro yang terpajang di dinding dekat ranjang. Lukisan itu seolah menjadi saksi kekaguman Soekarno muda kepada tokoh besar Jawa yang berjuang melawan penjajah Belanda dalam Perang Jawa.
Bagi Soekarno, Pangeran Diponegoro bukan sekadar pahlawan. Ia adalah simbol perlawanan, keberanian, dan cinta tanah air. Tidak heran jika aura lukisan itu begitu memikat bagi siapa pun yang berkunjung ke kamar Bung Karno muda.
Menurut Bhakti Adi Chandra, pemerhati sejarah lokal, kehadiran lukisan Pangeran Diponegoro di kamar Bung Karno bukanlah hal sepele. "Lukisan itu menjadi refleksi jiwa Soekarno muda yang sejak dini sudah meneladani sosok pahlawan perlawanan," ujarnya.
Aura kamar tersebut kian terasa magis ketika pengunjung memasuki ruangan. Nuansa klasik, pencahayaan redup, dan keaslian perabot menciptakan suasana yang seolah membawa orang kembali ke masa perjuangan awal Bung Karno. Banyak yang mengaku merasakan karisma kuat dari ruangan itu.
Selain kamar Bung Karno, Istana Gebang juga menyimpan berbagai peninggalan keluarga. Ada koleksi foto keluarga, mesin ketik kuno, hingga radio tua yang masih terpajang. Semua benda tersebut semakin memperkaya pengalaman wisata sejarah di Blitar.
Wisatawan diperbolehkan memotret suasana kamar dan ruangan lain di Istana Gebang. Bagi pelajar dan peneliti, tempat ini sering menjadi rujukan untuk memahami kehidupan pribadi Soekarno muda sebelum menjadi proklamator.
Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat merasakan atmosfer kekeluargaan yang masih melekat di setiap sudut ruangan. Ruang keluarga, dapur, hingga sumur tua menambah narasi unik tentang kehidupan sehari-hari keluarga besar Soekarno di Blitar.
Kamar Bung Karno muda kini bukan sekadar ruangan kosong. Ia menjadi ruang refleksi, tempat di mana pengunjung dapat melihat sisi personal Soekarno yang jarang diungkap. Lewat lukisan Pangeran Diponegoro, kita bisa memahami bagaimana Bung Karno menumbuhkan cita-cita besar tentang Indonesia merdeka.
Bhakti Adi Chandra menambahkan, Istana Gebang adalah saksi perjalanan sejarah yang tidak boleh dilupakan. "Setiap sudut rumah ini bercerita. Terutama kamar Bung Karno, yang menjadi ruang batin seorang pemimpin bangsa," tegasnya.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Blitar, Istana Gebang adalah destinasi yang wajib disinggahi. Mengintip kamar Bung Karno muda bukan hanya pengalaman wisata, tapi juga pelajaran berharga tentang akar perjuangan bangsa.
Jika Anda penasaran, datanglah langsung ke Blitar. Rasakan sendiri nuansa sejarah yang kental, kagumi lukisan Pangeran Diponegoro, dan hayati jejak masa muda Soekarno di Istana Gebang.
Editor : Anggi Septian A.P.