BLITAR - Kota Blitar tidak pernah lepas dari nama besar Soekarno. Kota ini bukan hanya tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga menyimpan jejak masa mudanya. Salah satu peninggalan bersejarah yang kini jadi destinasi wisata populer adalah Istana Gebang.
Istana Gebang berada di Jalan Sultan Agung, Blitar. Rumah dengan perpaduan arsitektur Jawa dan Belanda ini dulunya menjadi tempat tinggal keluarga besar Soekarno. Hingga kini, keaslian rumah masih dijaga sehingga pengunjung bisa melihat langsung suasana masa lalu Bung Karno.
Selain aura magis yang terasa di setiap sudut ruangan, Istana Gebang juga dikenal dengan koleksi benda-benda langka. Dari mobil kuno hingga mesin ketik yang pernah digunakan Soekarno, semua tersimpan rapi dan terawat.
Salah satu koleksi yang paling menyita perhatian adalah mobil Mercedes-Benz 190 warna hitam keluaran tahun 1960. Mobil ini dulunya digunakan oleh Ibu Wardoyo, kakak Soekarno, dan kerap dipakai ketika Bung Karno pulang ke Blitar. Mobil klasik itu kini dipajang di garasi rumah, menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Selain itu, ada pula mobil tua lain yang pernah digunakan oleh ayah Soekarno, Raden Sukemi Sosrodiharjo. Kendaraan ini menambah kekayaan koleksi otomotif bersejarah di Istana Gebang. Banyak wisatawan yang tidak melewatkan kesempatan berfoto di depan mobil bersejarah tersebut.
Tidak hanya mobil, benda ikonik lain yang menarik adalah mesin ketik kuno. Mesin ini diyakini pernah digunakan untuk menulis naskah penting keluarga. Mesin ketik yang masih terjaga kondisinya itu kini menjadi simbol betapa dekatnya Soekarno dengan dunia intelektual sejak muda.
Menurut Bhakti Adi Chandra, pemerhati sejarah lokal, koleksi benda di Istana Gebang adalah harta karun budaya. "Setiap benda punya cerita. Mobil, mesin ketik, hingga radio tua di ruang keluarga adalah saksi bisu kehidupan Bung Karno," ujarnya.
Radio tua yang terpajang di ruang keluarga juga tidak kalah menarik. Benda ini menjadi pengingat masa ketika televisi belum hadir, dan keluarga Soekarno menggunakan radio sebagai sumber informasi utama. Nuansa klasik kian terasa ketika pengunjung melihat langsung radio tersebut.
Tidak berhenti di situ, Istana Gebang juga menyimpan seperangkat gamelan Jawa. Alat musik tradisional ini dipercaya kerap dimainkan untuk hiburan keluarga. Suara gamelan menambah nuansa budaya Jawa yang melekat pada kehidupan sehari-hari keluarga Soekarno.
Bagi pengunjung, koleksi benda-benda ini bukan sekadar pajangan. Mereka adalah bagian dari kisah hidup Soekarno yang memberi gambaran utuh tentang keseharian Bung Karno muda di Blitar. Dari dunia otomotif, intelektual, hingga seni budaya, semuanya terwakili dalam koleksi tersebut.
Setiap benda di Istana Gebang menjadi spot foto favorit. Mobil kuno di garasi, mesin ketik di ruang kerja, hingga gamelan di belakang rumah kerap diabadikan pengunjung. Kehadiran koleksi langka ini membuat wisata sejarah di Blitar semakin menarik.
Bhakti Adi Chandra menambahkan, koleksi benda di Istana Gebang bukan hanya milik keluarga Soekarno, melainkan juga milik bangsa. "Warisan ini harus terus dijaga, karena ia menghubungkan kita dengan sejarah Indonesia," tegasnya.
Istana Gebang terbuka untuk umum dan tidak memungut biaya masuk. Hal ini menjadikannya destinasi wajib bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain belajar sejarah, mereka juga bisa merasakan langsung keaslian benda-benda peninggalan Soekarno.
Jika Anda berkunjung ke Blitar, jangan lewatkan kesempatan melihat langsung koleksi langka Istana Gebang. Dari mobil kuno hingga mesin ketik Bung Karno, semua menyimpan cerita sejarah yang tak ternilai harganya.
Editor : Anggi Septian A.P.