Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pesan Kiai Soleh Kuningan Blitar: Semua yang Kita Miliki Hanyalah Pinjaman dari Allah

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Kamis, 21 Agustus 2025 | 05:00 WIB
Nama Kiai Soleh Kuningan Blitar hingga kini masih harum di telinga masyarakat. Sosok ulama ini dikenal mendalam dalam ilmu tauhid dan kerap memberi nasihat yang membekas sepanjang zaman.
Nama Kiai Soleh Kuningan Blitar hingga kini masih harum di telinga masyarakat. Sosok ulama ini dikenal mendalam dalam ilmu tauhid dan kerap memberi nasihat yang membekas sepanjang zaman.

BLITAR – Nama Kiai Soleh Kuningan Blitar hingga kini masih harum di telinga masyarakat. Sosok ulama ini dikenal mendalam dalam ilmu tauhid dan kerap memberi nasihat yang membekas sepanjang zaman. Salah satu pesan terpenting dari Kiai Soleh Kuningan Blitar adalah tentang hakikat kepemilikan. Segala sesuatu yang ada pada manusia sejatinya hanyalah titipan dari Allah.

Jabatan, kekayaan, hingga cinta dunia seringkali dianggap sebagai hasil jerih payah sendiri. Padahal, menurut Kiai Soleh, semua itu hanyalah pinjaman yang setiap saat bisa dicabut kembali oleh Sang Pemilik. Kisah-kisah tentang Kiai Soleh kerap diceritakan para sepuh Blitar. Bukan hanya tentang kedalaman ilmunya, tetapi juga cara beliau menegur manusia yang terlalu angkuh pada dunia.

Salah satu riwayat populer adalah ketika Gubernur Jawa Timur era kolonial, Charles Olke Van der Plas, sowan ke kediamannya. Sang gubernur sempat terdiam seribu kata setelah mendapat jawaban tajam dari Kiai Soleh.

Baca Juga: Menteri Nusron Minta Maaf dan Klarifikasi Soal Isu Kepemilikan Tanah oleh Negara

Namun lebih dari sekadar cerita dramatis, pesan yang ditinggalkan Kiai Soleh selalu mengarah pada kesadaran tauhid. Bahwa manusia tidak memiliki apapun, kecuali Allah yang memberi pinjaman.

Kiai Soleh juga sering menguji orang-orang terdekatnya dengan pertanyaan sederhana tapi menohok. Misalnya kepada keponakan yang mengaku datang sendirian. Jawaban itu dianggap keliru karena manusia tak pernah benar-benar sendiri.

Menurut beliau, hanya Allah yang Maha Esa dan Maha sendiri. Sementara manusia, ke manapun pergi, selalu berada dalam pengawasan Allah. Pelajaran ini menegaskan bahwa hidup manusia tidak boleh terlepas dari kesadaran tauhid. Setiap kata, langkah, hingga pencapaian tetap dalam genggaman Allah.

Baca Juga: ⁠Polres Blitar Kota Tangkap Lagi Tersangka Penganiayaan Pemuda yang Tewas dalam Rumah, Ini Peran Para Tersangka

Bagi Kiai Soleh Kuningan Blitar, anggapan bahwa kesuksesan sepenuhnya hasil kerja keras manusia adalah bentuk kesombongan. Sebab, tanpa izin Allah, tidak ada satu pun usaha yang akan berhasil. Beliau mengingatkan, cinta dunia yang berlebihan membuat manusia lupa bahwa semua itu hanyalah pinjaman. Saat waktunya diambil kembali, manusia akan merasa sakit dan kehilangan.

Inilah mengapa Kiai Soleh selalu menekankan pentingnya menomorsatukan Allah. Sebab hanya dengan itu manusia bisa merasakan ketenangan sejati. Hingga kini, nasihat Kiai Soleh masih dianggap relevan oleh masyarakat Blitar. Di tengah arus modernisasi, pesan bahwa harta dan jabatan hanyalah titipan semakin terasa penting.

Banyak tokoh agama menyebut, jika manusia mampu menjaga kesadaran ini, maka ia akan terhindar dari sikap sombong. Sebaliknya, ia akan lebih mudah bersyukur dan menerima setiap ketentuan Allah. Warisan spiritual Kiai Soleh pun terus diturunkan, baik melalui cerita maupun pengajian. Semuanya memperkuat pandangan bahwa tauhid adalah pondasi hidup yang tak boleh goyah.

Baca Juga: Proyek Kabupaten Blitar Molor dari Target, Pemkab Blitar Sebut Karena Dampak Evaluasi KPK

Pelajaran dari Kiai Soleh juga sejalan dengan realita kehidupan. Berapa banyak orang yang tiba-tiba kehilangan jabatan, harta, atau orang terkasih? Semua itu membuktikan bahwa tidak ada yang benar-benar dimiliki manusia.

Dengan menyadari bahwa segalanya hanyalah pinjaman, manusia bisa lebih ikhlas dalam menerima cobaan. Ia juga akan lebih rendah hati saat diberi kelapangan. Inilah inti dari tauhid yang diperjuangkan oleh Kiai Soleh Kuningan Blitar. Tauhid bukan hanya hafalan, melainkan kesadaran hidup sehari-hari.

Generasi sekarang bisa belajar banyak dari pesan beliau. Di tengah gaya hidup modern yang sering menuhankan materi, kesadaran bahwa segalanya adalah titipan akan menjadi benteng yang kokoh.

Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Terima Delegasi Nepal untuk Learning Exchange Modernisasi Administrasi Pertanahan

Pesan Kiai Soleh sederhana, tapi mendalam. Jangan sampai cinta dunia mengalahkan cinta kepada Allah. Sebab ketika semua yang dicintai itu diambil kembali, manusia hanya akan merasa sakit hati.

Demikianlah kisah dan pesan dari Kiai Soleh Kuningan Blitar. Ulama kharismatik ini meninggalkan pelajaran hidup yang selalu relevan sepanjang masa.

Sebuah nasihat abadi: bahwa semua yang kita miliki hanyalah pinjaman dari Allah, dan hanya kepada-Nya kita kembali.

Editor : Anggi Septian A.P.
#sejarah blitar #kiai sholeh kuningan