BLITAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Bung Karno resmi bergulir sejak Selasa (19/8/2025) lalu.
Total sekitar 4.000 siswa menjadi sasaran penerima manfaat program anyar dari pemerintah pusat tersebut.
Di Kota Blitar, sasaran MBG adalah para siswa dari jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
MBG akan dibagikan setiap Senin hingga Jumat. Tiap siswa mendapat jatah seporsi untuk sehari.
Namun tidak semua siswa mendapat porsi menu MBG yang sama. Ada beberapa siswa yang harus mendapat menu khusus MBG karena memiliki alergi tertentu.
”Di SMPN 4 Blitar, kami ada 41 siswa yang mendapat menu MBG berbeda daripada umumnya. Mereka ini alergi makanan tertentu sehingga menunya dikhususkan,” ungkap Kepala SMPN 4 Blitar, Dijah Rumanti Srisusilaningtyas.
Sejumlah siswa tersebut diketahui alergi susu dan udang. Akhirnya, sajian menu MBG mereka tanpa susu dan udang.
”Sebelumnya kami sudah mendata siapa saja siswa yang alergi terhadap makanan tertentu. Data tersebut kemudian kami sampaikan ke SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk ditindaklanjuti,” terangnya.
Pemberian menu MBG khusus bagi siswa alergi, menurut Dijah, penting dilakukan demi keamanan. Sekolah tidak ingin terjadi hal-hal buruk terjadi pada siswa tersebut.
”Siswa benar-benar bisa menikmati menunya dengan aman. Makanan juga bisa habis tanpa disisakan,” ujarnya.
Pada MBG perdana, Dijah mengakui ada sebagian porsi MBG yang tidak dihabiskan oleh siswa. Ada yang disisakan sayurannya hingga lauknya.
”Entah karena tidak suka atau faktor lain, kami kurang tahu pasti. Memang karena distribusi MBG perdana kemarin itu terlambat menjelang jam pulang anak-anak. Mungkin terburu-buru. Yang pasti, menu siswa yang alergi sudah disendirikan dan sudah ada nama-namanya,” jelasnya.
Sekedar diketahui, di SMPN 4 Blitar terdapat sekitar 850 orang yang mendapat jatah MBG.
Perinciannya sebanyak 849 siswa dan 1 orang ibu hamil. MBG diperuntukkan tidak hanya bagi siswa, tetapi juga untuk ibu hamil. (sub/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah