BLITAR – Di tengah merebaknya serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Blitar, upaya pencegahan di wilayah yang belum terdampak tetap dilakukan.
Apalagi saat ini masuk dalam masa vaksinasi PMK periode II yang berlangsung selama Juli hingga September 2025.
Untuk itu, para peternak diimbau memanfaatkannya dengan maksimal dengan menjalankan vaksin untuk hewan ternaknya.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, sudah ada sebanyak 5.219 ekor sapi, kambing, dan domba, mendapatkan vaksinasi PMK selama periode Juli 2025.
Petugas sudah diturunkan ke lapangan dalam upaya pencegahan serangan PMK di wilayah yang belum terdampak.
“Vaksinasi masih berjalan di semua wilayah,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin.
Kesempatan masa vaksinasi PMK periode II bisa dimaksimalkan oleh para peternak. Sebab, pada masa vaksinasi PMK periode II selama Juli hingga September 2025, ada sebanyak 9.100 dosis.
Secara keseluruhan mulai Januari hingga Juli 2025, Disnakkan Kabupaten Blitar sudah mendapatkan distribusi vaksin sebanyak 66.150 dosis dari Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
Dan untuk pelaksanan vaksinasi setiap pekan terus bertambah berdasarkan laporan di lapangan.
Seperti diketahui, serangan PMK pada Agustus ini menjangkau empat wilayah kecamatan, yakni Udanawu, Kademangan, Kanigoro, dan Wates.
Data per Jumat (15/8/2025), total ada 29 ekor yang terserang PMK. Rinciannya, Kecamatan Kademangan di Desa Plosorejo menyerang 17 ekor sapi, Kecamatan Kanigoro di Desa Gaprang menyerang 3 ekor sapi dan Desa Gogodeso menyerang 2 ekor sapi, Kecamatan Udanawu di Desa Karanggondang menyerang 5 ekor sapi, dan Kecamatan Wates di Desa Ringinrejo menyerang 2 ekor sapi.
Mayoritas sapi yang terserang PMK adalah hewan ternak baru yang tidak jelas riwayat vaksinasinya.
Bulan ini temuan awal serangan PMK terjadi di Desa Karanggondang terdapat 5 ekor dari tiga peternak yang dilaporkan pada Jumat (8/8) lalu.
Sedangkan, di Desa Plosorejo terdapat 10 ekor dari enam peternak yang dilaporkan pada Senin (11/8/2025). (ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah