BLITAR – Sebagian besar wilayah di Kabupaten Blitar masih aman dari serangan penyakit mulut dan kuku (PMK).
Upaya pencegahan di wilayah yang aman tetap dilakukan melalui vaksinasi, seperti saat ini tengah berlangsung masa vaksinasi PMK periode II.
Petugas turun lapangan untuk memastikan hewan ternak masyarakat tetap aman dari serangan penyakit.
Untuk mendukung program vaksinasi periode II yang berlangsung selama Juli hingga September 2025, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mendapatkan distribusi vaksin tambahan dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
“Petugas tengah mengambil tambahan vaksin ke Surabaya,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin.
Meski masih terjadi di beberapa kecamatan, para peternak diimbau tetap waspada dan aktif untuk vaksinasi jika ada sapi baru.
Dalam serangan PMK, tanda-tanda sapi yang terserang bisa diketahui, seperti sapi mengeluarkan air liur yang banyak, terdapat lesi pada area gusi, hingga suhu tubuh tinggi di atas 39 derajat Celsius.
Seperti diketahui, serangan PMK pada Agustus ini menjangkau empat wilayah kecamatan yakni Udanawu, Kademangan, Kanigoro, dan Wates. Data per Jumat (15/8/2025), total ada 29 ekor yang terserang PMK.
Rinciannya, Kecamatan Kademangan di Desa Plosorejo menyerang 17 ekor sapi, Kecamatan Kanigoro di Desa Gaprang menyerang 3 ekor sapi dan Desa Gogodeso menyerang 2 ekor sapi, Kecamatan Udanawu di Desa Karanggondang menyerang 5 ekor sapi, dan Kecamatan Wates di Desa Ringinrejo menyerang 2 ekor sapi.
Mayoritas sapi yang terserang PMK adalah hewan ternak baru yang tidak jelas riwayat vaksinasinya. Bulan ini, temuan awal serangan PMK terjadi di Desa Karanggondang, terdapat 5 ekor dari tiga peternak yang dilaporkan pada Jumat (8/8/2025) lalu.
Kemudian, di Desa Plosorejo, terdapat 10 ekor dari enam peternak yang dilaporkan pada Senin (11/8/2025). (ynu/c1) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah