Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Candi Simping di Blitar: Tempat Wisata Bersejarah Sepi Pengunjung, Ini Harapan Juru Pelihara

M. Subchan Abdullah • Jumat, 22 Agustus 2025 | 22:05 WIB
JEJAK MAJAPAHIT: Kondisi situs Candi Simping yang sepi pengunjung. BPK terus menjaga situs tetap terpelihara dengan baik.
JEJAK MAJAPAHIT: Kondisi situs Candi Simping yang sepi pengunjung. BPK terus menjaga situs tetap terpelihara dengan baik.

BLITAR — Candi Simping merupakan candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Candi ini adalah tempat wisata bersejarah yang saat ini mengalami penurunan pengunjung dari tahun ke tahun.

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI menyebutkan bahwa salah satu penyebabnya adalah kurangnya partisipasi masyarakat dalam mengunjungi situs bersejarah, terutama akibat majunya teknologi yang membuat masyarakat lebih tertarik pada hiburan modern dibandingkan wisata sejarah.

Juru pelihara Candi Simping, Rehan Febrananda mengatakan, BPK selalu melakukan monitoring ataupun observasi mengenai hal yang harus dikembangkan atau dikelola dari tempat ini.

“Usaha kami adalah memastikan bahwa kondisi candi tetap lengkap dan bersih. Apabila ada lumut pada batuannya, biasanya di kasih obat untuk menghilangkan dan mencegahnya tumbuh lagi,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).

Rehan hanya berperan untuk menjaga dan memelihara tempat ini, tanpa bisa melakukan penambahan ataupun pengurangan fasilitas.

“Kami hanya memastikan tempat ini tetap dengan kondisinya karena ini sejarah, kalau kita ubah sedikit saja bisa jadi sejarahnya akan berubah,” jelasnya.

Kemajuan teknologi menyebabkan berkurangnya minat masyarakat untuk berkunjung ke situs bersejarah semacam Candi Simping.

Hal tersebut menjadi tantangan besar bagi BPK dalam menjaga keberlangsungan situs sejarah di tengah derasnya arus modernisasi.

“Sayangnya, masyarakat sekarang lebih suka nongkrong di kafe atau bermain gawai daripada melihat peninggalan sejarah. Padahal kalau mau, tempat ini bisa menjadi sarana belajar, seperti yang saya lakukan,” keluh Rehan.

Dia berharap ada perhatian lebih dari masyarakat agar Candi Simping tidak sekadar menjadi simbol sejarah yang sepi pengunjung, melainkan bisa kembali hidup sebagai ruang wisata dan edukasi kebudayaan.

“Harapan saya, semoga generasi muda bisa lebih peduli dengan warisan sejarah ini, karena kalau bukan kita yang merawat dan melestarikannya, siapa lagi?” pungkas pemuda 24 tahun ini. (mg4/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#balai pelestarian kebudayaan #candi simping #blitar #jupel #situs sejarah #wisata #kerajaan majapahit #juru pelihara