Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Benarkah Candi Gambar Wetan Dibangun Era Hayam Wuruk? Fakta Sejarah Vs Wikipedia

Findika Pratama • Minggu, 24 Agustus 2025 | 18:30 WIB
Benarkah Candi Gambar Wetan Dibangun Era Hayam Wuruk? Fakta Sejarah Vs Wikipedia
Benarkah Candi Gambar Wetan Dibangun Era Hayam Wuruk? Fakta Sejarah Vs Wikipedia

BLITAR – Misteri sejarah Candi Gambar Wetan di Kabupaten Blitar masih menyisakan perdebatan. Situs peninggalan Majapahit ini diyakini sebagai salah satu candi penting yang mengabadikan kejayaan kerajaan terbesar di Nusantara. Namun, kapan tepatnya candi ini dibangun? Apakah benar di era Raja Hayam Wuruk?

Dalam penelusuran konten kreator sejarah dan budaya, Wima Brahmantya, muncul dua versi berbeda. Wikipedia menyebut bahwa Candi Gambar Wetan berdiri sekitar tahun 1410 Masehi. Namun, arkeolog lokal Blitar, Feri Riandika, mengungkapkan fakta lain. Menurut penelitiannya, candi ini justru dibangun pada tahun 1357 Masehi, tepat di masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk.

Perbedaan informasi ini memicu pertanyaan besar. Bagaimana mungkin candi ini berdiri tahun 1410, sementara Raja Hayam Wuruk wafat pada 1389 Masehi? Di sinilah pentingnya mengkritisi sumber informasi, terutama ketika banyak orang masih menjadikan Wikipedia sebagai rujukan utama.

Wikipedia Vs Fakta Lapangan

Wikipedia selama ini dikenal sebagai ensiklopedia daring yang mudah diakses. Namun, kontennya bisa disunting siapa saja, sehingga validitas informasinya tidak selalu terjamin. Dalam kasus Candi Gambar Wetan, klaim bahwa candi ini berdiri tahun 1410 justru menimbulkan kebingungan.

Arkeolog Feri Riandika menekankan bahwa berdasarkan enkripsi angka tahun yang terukir di candi, tahun pembangunan lebih sesuai dengan masa Hayam Wuruk. Penelitiannya menyimpulkan bahwa tahun 1357 adalah angka yang paling mungkin. Versi ini juga lebih sinkron dengan catatan sejarah wafatnya Hayam Wuruk pada 1389.

Wima Brahmantya menilai, perbedaan ini seharusnya membuka ruang diskusi kritis. “Jangan menelan mentah-mentah informasi di internet, apalagi untuk hal sejarah. Data lapangan jauh lebih penting,” ujarnya.

Jejak Hayam Wuruk di Blitar

Hayam Wuruk dikenal sebagai raja besar Majapahit yang membawa kerajaan mencapai puncak kejayaan. Jika benar Candi Gambar Wetan dibangun pada tahun 1357, maka candi ini bisa menjadi bukti nyata aktivitas Majapahit di kawasan Blitar.

Letaknya di ketinggian sekitar 600 meter menambah kesan bahwa candi ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga memiliki fungsi simbolis. Relief-relief yang menghiasi dinding candi berisi kisah Panji, Bubuksa dan Gagang Aking, hingga dongeng Kancil lawan Buaya. Semua menunjukkan bahwa candi ini adalah pusat budaya sekaligus spiritual pada zamannya.

Baca Juga: Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2025: Peluang ASN Baru Mundur ke 2026-2027?

Ekskavasi yang Terbatas

Sejarah Candi Gambar Wetan juga terungkap lewat serangkaian ekskavasi. Penggalian pertama dilakukan sekitar tahun 1992 oleh Dinas Kebudayaan, lalu berlanjut pada 2014 dan 2016. Meski begitu, sebagian besar kompleks candi masih tertimbun bukit.

Arkeolog percaya, jika penggalian dilanjutkan, akan muncul lebih banyak bukti yang memperkuat kaitannya dengan era Hayam Wuruk. Sayangnya, keterbatasan dana dan fokus pembangunan yang lebih ke arah pariwisata membuat penelitian sering terhenti.

Pentingnya Edukasi Publik

Perdebatan soal tahun pembangunan Candi Gambar Wetan juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya edukasi sejarah. Wima menilai, candi ini sebaiknya diarahkan sebagai pusat edukasi, bukan sekadar destinasi wisata.

“Kalau hanya dijual sebagai objek wisata, nilai sejarahnya bisa kabur. Padahal candi ini bisa jadi ruang belajar sejarah langsung bagi generasi muda Blitar,” ungkapnya.

Mengajak pelajar untuk datang, mengamati relief, hingga mempelajari inskripsi langsung jauh lebih efektif dibanding hanya membaca di buku teks atau internet.

Menyikapi Informasi Sejarah

Kasus Candi Gambar Wetan menunjukkan bahwa sumber informasi populer seperti Wikipedia tidak selalu akurat. Dibutuhkan penelitian serius, bukti lapangan, dan analisis ilmiah untuk memastikan kebenaran sejarah.

Bagi masyarakat umum, hal ini menjadi pengingat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar tanpa verifikasi. Fakta bahwa ada dua versi tentang tahun pembangunan candi justru membuat kisahnya semakin menarik dan layak diperdebatkan.

Harapan ke Depan

Sebagai salah satu permata tersembunyi Blitar, Candi Gambar Wetan perlu mendapat perhatian lebih. Bukan hanya dari sisi konservasi fisik, tetapi juga penelitian sejarahnya. Pemerintah daerah bersama akademisi bisa menjadikannya proyek edukasi besar yang melibatkan sekolah-sekolah, komunitas sejarah, hingga wisatawan edukatif.

Jika perdebatan tentang tahun pembangunan terus dikaji, siapa tahu suatu saat ditemukan bukti baru yang bisa menjawab misteri ini. Yang jelas, Candi Gambar Wetan tetap berdiri kokoh sebagai saksi bisu kejayaan Majapahit, dengan arca-arca penjaga dan relief yang menyimpan banyak cerita.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Wima Bhrahmantya #sejarah blitar #Candi Gambar Wetan