BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar terus berupaya meningkatkan kesehatan anak-anak di Bumi Bung Karno.
Salah satunya melalui program imunisasi dasar lengkap (IDL).
Hingga 2024, capaian imunisasi di Kota Blitar melampaui target yang ditetapkan, yakni lebih dari 80 persen bayi usia 0–11 bulan atau menyasar lebih dari 5.000 balita.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, dr Dharma Setiawan, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi pelayanan imunisasi di berbagai lini kesehatan.
Puskesmas, pustu, hingga posyandu integrasi layanan primer (ILP) menjadi garda terdepan dalam memastikan imunisasi dasar lengkap berjalan rutin.
“Imunisasi dasar lengkap sudah menjadi agenda yang kami lakukan setiap 6 bulan sekali, baik di puskesmas maupun di posyandu ILP. Tahun lalu target sudah tercapai, namun tetap kami galakkan. Terlebih, Agustus ini bertepatan dengan Bulan Kesadaran Imunisasi Nasional,” ujarnya, Minggu (24/8/2025).
Imunisasi dasar lengkap meliputi vaksin campak, rubela, hepatitis, polio, BCG, serta DPT bagi anak usia 0 hingga 5 tahun.
Tidak hanya itu, dinkes juga menyediakan dukungan gizi tambahan berupa vitamin A dan obat cacing sirup untuk balita.
Pemkot, lanjut Dharma, memberikan dukungan penuh bagi keberlanjutan program imunisasi, termasuk melalui alokasi anggaran APBD.
Layanan ini pun terbuka bukan hanya untuk balita ber-KTP Kota Blitar, melainkan juga bagi seluruh anak yang tinggal di wilayah kota.
“Alhamdulillah, dukungan pemerintah kota sangat maksimal. Kami berharap dengan layanan ini kesehatan balita tetap terjaga, dan imunisasi dasar lengkap bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Pemkot bersama dinkes optimistis imunisasi akan terus dilaksanakan untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya sekaligus memastikan tumbuh kembang anak.
“Imunisasi penting karena menjadi benteng awal mencegah ancaman penyakit, terutama penyakit yang berpotensi menular,” pungkasnya. (mg2/c1/sub) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah