BLITAR - Usaha pembuatan senapan angin di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, ternyata memberikan peluang lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Adalah Deli Budi Santoso, salah satu warga setempat sebagai pemilik usaha pembuatan senapan angin ini.
Saat ini, Deli berhasil mengembangkan usaha senapan angin.
Ayah dua anak ini dulunya seorang operator alat berat, tetapi sejak 2020 banting setir untuk membangun usaha yang kini mampu menyediakan puluhan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya.
"Awalnya memang berawal dari keadaan yang memaksa saya untuk buka usaha sendiri. Saya terus mencoba. Dari situ, usaha ini terus berkembang," tutur Deli.
Proses pembuatan senapan angin milik Deli dilakukan dengan hati-hati.
Bahan baku seperti kuningan dan stainless didatangkan langsung dari Surabaya dan Malang, lalu diolah bersama tim produksi yang berjumlah sekitar 72 orang di bengkelnya.
Para pekerja yang direkrut dipastikan mendapatkan masa pelatihan selama dua hari.
“Syaratnya juga mudah, minimal lulusan SLTA/Sederajat agar lebih mudah dalam pengelolaan. Jam operasi bengkel dari Senin-Sabtu sejak pukul 07.45-17.10 WIB,” ujarnya.
Ciri khas dari senapan angin milik Deli yaitu ukiran yang terletak pada bodinya.
Ada dua jenis produk yang dipasarkan, yaitu PCP Jawa dan PCP, dengan PCP menjadi produk unggulan.
Pemasaran dilakukan via daring melalui berbagai platform media sosial.
“Pemesanan kebanyakan datang dari Indonesia bagian timur seperti Kalimantan, Ambon, dan Sulawesi, selain itu mulai merambah skala internasional seperti Afrika,” ungkapnya.
Meskipun sudah mengantongi perizinan, pemberlakuan cek background pembeli tetap dilakukan untuk tujuan keamanan.
Ada tiga syarat utama: sehat secara mental, memiliki KTP, serta penggunaan senapan angin hanya ditujukan untuk pertanian.
"Kami ingin masyarakat punya mindset bahwa senapan ini bermanfaat untuk membasmi hama, bukan untuk hal-hal lain,” bebernya. (mg5/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah