Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Mulai Waspada, Enam Anak di Kota Blitar Terinfeksi Cacing, Dinkes Lakukan Hal Ini

M. Subchan Abdullah • Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:00 WIB

 

⁠Mulai Waspada, Enam Anak di Kota Blitar Terinfeksi Cacing, Dinkes Lakukan Hal Ini
⁠Mulai Waspada, Enam Anak di Kota Blitar Terinfeksi Cacing, Dinkes Lakukan Hal Ini

BLITAR - Hasil pemeriksaan kesehatan siswa sekolah dasar (SD) di Kota Blitar cukup mengejutkan. Pasalnya ditemukan ada sekitar enam anak terindikasi terinfeksi penyakit cacing.

Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar setelah melakukan pemeriksaan kesehatan ratusan siswa sebagai sampel.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, menegaskan bahwa telah mengambil sampel pada kurang lebih 230 anak kelas 3, 4, dan 5, di beberapa SD di Kota Blitar.

Tujuannya untuk mendeteksi adanya telur cacing dalam tubuh. “Hasilnya, enam anak dinyatakan positif mengalami cacingan. Anak-anak yang terdeteksi langsung kami berikan obat melalui program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan,” ujarnya kepada Koran ini Selasa (26/8/2025).

Dia mengatakan, kasus cacingan pada anak sering dipicu oleh kebiasaan bermain tanah tanpa alas kaki, tidak mencuci tangan sebelum makan, serta kondisi lingkungan yang kurang bersih. Secara umum karena kondisi lingkungan yang kurang memperhatikan kebersihan. “Jenis cacing yang umumnya menginfeksi antara lain cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang,” ungkap perempuan berjilbab ini.

Gejala yang timbul, terang Dissie, dapat berupa rasa gatal di sekitar anus, sakit perut, nafsu makan menurun, hingga gangguan tidur.

Apabila tidak segera ditangani, infeksi cacing bisa menyebabkan kekurangan gizi, anemia, dan menghambat tumbuh kembang anak secara umum. “Kalau tidak segera mendapat penanganan ya bisa berbahaya, karena bisa mengganggu tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Menurut Dissie, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pihak dinkes ini juga sekaligus menjadi langkah pemantauan kesehatan para siswa di Kota Blitar. Selain bisa mengetahui kondisi kesehatan anak, juga segera melakukan penanganan yang cepat dan tepat.  

Sampling dilakukan untuk memastikan anak-anak terbebas dari infeksi cacing. Survei prevalensi cacingan ini memang rutin dilakukan setiap lima tahun sekali,” jelasnya.

Dinkes Kota Blitar juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Khususnya orang tua diharapkan membiasakan anak untuk menjaga pola hidup sehat, termasuk rajin mencuci tangan dan menggunakan alas kaki ketika bermain.

“Anak yang terindikasi cacingan, selain pemberian obat cacing secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan, juga terus dipantau untuk mencegah penyebaran infeksi. Upaya pencegahan lebih penting agar anak tetap sehat dan tidak terganggu proses tumbuh kembangnya,” bebernya. (mg2/c1/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#infeksi cacing #Siswa Sekolah Dasar #dinkes kota blitar #Kota Blitar