Blitar, – Candi Penataran dikenal sebagai kompleks candi Hindu terluas di Jawa Timur. Dengan luas sekitar 13.000 meter persegi, situs ini menyimpan jejak sejarah, seni, dan spiritualitas yang begitu megah.
Candi Penataran bukan hanya bangunan kuno biasa, melainkan saksi bisu perjalanan panjang peradaban Jawa. Letaknya berada di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, sekitar 12 kilometer dari pusat kota.
Mengutip kanal ktj YouTube, Candi Penataran dibangun sejak era Kerajaan Kediri pada abad ke-12 dan terus digunakan hingga masa Majapahit. Keberadaannya menjadi bukti kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara di masa lalu.
Kompleks Candi Terluas di Jawa Timur
Dengan lahan seluas 13.000 m², Candi Penataran menyandang predikat sebagai kompleks candi terbesar di Jawa Timur. Keunikan ini membuatnya berbeda dari situs sejarah lainnya di provinsi ini.
Kompleksnya terbagi dalam tiga halaman utama yang tersusun berjenjang. Mulai dari halaman depan, tengah, hingga halaman belakang, masing-masing menyimpan bangunan penting.
Selain candi utama, terdapat pula Bale Agung, Pendopo Teras, Candi Naga, hingga petirtaan yang menambah kelengkapan kompleks ini. Semua membentuk lanskap sejarah yang utuh.
Sambutan Arca Dwarapala
Pengunjung yang datang akan langsung disambut oleh dua arca Dwarapala raksasa. Arca penjaga gerbang ini berangka tahun 1242 Saka atau 1320 Masehi.
Dalam ajaran Hindu-Buddha, Dwarapala berfungsi sebagai pelindung tempat suci. Kehadirannya di pintu masuk Candi Penataran memberi nuansa mistis sekaligus megah.
Arca tersebut menegaskan bahwa situs ini sejak awal difungsikan sebagai pusat spiritual dengan perlindungan simbolis yang kuat.
Relief Penuh Makna
Di dinding-dinding Candi Penataran terdapat relief yang menceritakan kisah Ramayana, Krisnayana, hingga tokoh-tokoh pewayangan lain.
Relief ini tidak hanya indah, tapi juga menjadi media penyampaian pesan moral dan keagamaan. Bagi masyarakat kuno, kisah dalam relief menjadi sarana belajar dan teladan hidup.
Kehadiran relief membuat kompleks ini kaya nilai seni, sehingga Candi Penataran disebut sebagai museum terbuka peradaban Jawa.
Candi Naga dan Candi Ganesha
Bangunan ikonik lain adalah Candi Naga. Disebut demikian karena terdapat naga besar yang melilit sembilan tokoh berbusana raja.
Candi ini diyakini sebagai lambang perlindungan dan kekuatan spiritual. Dari sisi arsitektur, bentuknya unik karena terbuka tanpa atap, langsung berhubungan dengan langit.
Ada juga Candi Ganesha yang menyimpan arca Ganesha di dalam biliknya. Hingga kini, arca tersebut masih diberi sesaji oleh sebagian pengunjung.
Bale Agung dan Pendopo Teras
Di kompleks bagian tengah terdapat Bale Agung. Bangunan ini dulunya dipakai sebagai tempat musyawarah para pendeta.
Sementara Pendopo Teras berfungsi untuk meletakkan sesaji dalam upacara keagamaan. Kedua bangunan ini menunjukkan bahwa Candi Penataran bukan sekadar tempat ritual, melainkan pusat kegiatan spiritual dan sosial.
Arsitektur batu yang kokoh menambah kesan monumental pada bangunan-bangunan ini.
Baca Juga: Dari Romantis di Sosmed Jadi Gugatan Cerai, Pratama Arhan Gugat Cerai Azizah Salsa
Petirtaan Berair Abadi
Salah satu daya tarik utama adalah petirtaan atau kolam pemandian. Air di petirtaan ini dipercaya tidak pernah kering meski kemarau panjang.
Masyarakat sekitar meyakini air tersebut memiliki khasiat. Ada yang percaya bisa membuat awet muda, bahkan membawa rezeki bila dibawa pulang.
Bagi bangsawan di masa lalu, petirtaan menjadi tempat penyucian diri sebelum melaksanakan upacara di Candi Penataran.
Simbol Hubungan Manusia dan Alam
Candi Penataran dibangun tidak hanya untuk pemujaan, tetapi juga sebagai sarana penangkal murka Gunung Kelud.
Gunung yang aktif meletus sejak dahulu kala ini kerap menimbulkan bencana besar. Dengan mendirikan candi, masyarakat berharap bencana dapat diredam melalui upacara spiritual.
Hal ini memperlihatkan kearifan lokal dalam memandang bencana alam, sekaligus bentuk mitigasi tradisional kerajaan tempo dulu.
Wisata Sejarah yang Ramah Pengunjung
Kini, Candi Penataran menjadi destinasi wisata unggulan di Blitar. Setiap harinya, wisatawan datang untuk belajar sejarah, berfoto, hingga menikmati suasana asri kompleks candi.
Menariknya, tidak ada tiket masuk alias gratis. Pengunjung hanya diminta menjaga kebersihan dan tidak merusak situs.
Dengan pengelolaan yang baik, Candi Penataran tetap terjaga keasriannya sehingga nyaman untuk wisata sejarah sekaligus edukasi.
Baca Juga: Lomba Podcast AKN Putra Sang Fajar Blitar, Ajang Kreativitas dan Promosi Kampus
Spot Foto Instagramable
Selain nilai sejarah, Candi Penataran juga jadi incaran wisatawan muda. Spot-spot relief, arca, hingga pemandangan dari puncak candi induk sering dijadikan latar foto.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari. Cahaya matahari yang hangat membuat suasana kompleks candi semakin fotogenik.
Inilah salah satu alasan mengapa Candi Penataran tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Warisan yang Harus Dijaga
Sebagai kompleks candi terbesar di Jawa Timur, Candi Penataran adalah warisan berharga bangsa. Nilai sejarah, seni, spiritual, dan budaya berpadu dalam satu kawasan yang megah.
Mengutip sumber ktj YouTube, candi ini adalah bukti kejayaan kerajaan Nusantara yang masih bisa dinikmati hingga kini.
Tugas generasi sekarang adalah menjaga kelestarian agar Candi Penataran tetap abadi. Dengan begitu, keagungan situs ini bisa terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Editor : Anggi Septian A.P.