Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Relief Ramayana hingga Arca Dwarapala: Jejak Seni dan Spiritual di Candi Penataran

Anggi Septiani • Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:00 WIB
Relief Ramayana hingga Arca Dwarapala: Jejak Seni dan Spiritual di Candi Penataran
Relief Ramayana hingga Arca Dwarapala: Jejak Seni dan Spiritual di Candi Penataran

Blitar, – Candi Penataran menjadi salah satu situs bersejarah paling megah di Jawa Timur. Selain luasnya mencapai 13.000 m², kompleks ini menyimpan kekayaan seni ukir dan arsitektur yang penuh makna.

Candi Penataran tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemujaan, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan. Relief dan arca di dalamnya menggambarkan kisah-kisah epik sekaligus simbol spiritual.

Mengutip kanal ktj YouTube, keindahan Candi Penataran memperlihatkan bagaimana masyarakat Jawa kuno menuangkan ajaran, mitologi, dan spiritualitas lewat karya seni. Semua masih bisa disaksikan hingga sekarang.

Arca Dwarapala, Penjaga Gerbang Megah

Memasuki kompleks Candi Penataran, pengunjung akan langsung disambut oleh dua arca raksasa Dwarapala. Arca ini berangka tahun 1242 Saka atau 1320 Masehi.

Dalam kepercayaan Hindu-Buddha, Dwarapala berfungsi sebagai penjaga tempat suci. Sosoknya digambarkan menyeramkan, sebagai simbol pelindung dari gangguan jahat.

Hingga kini, arca Dwarapala tetap berdiri kokoh di pintu masuk. Kehadirannya menambah kesan sakral dan megah bagi siapa saja yang melangkah ke dalam kawasan candi.

Relief Ramayana di Dinding Candi

Salah satu daya tarik utama Candi Penataran adalah relief Ramayana. Cerita epos India yang populer ini dipahatkan dengan detail di dinding candi induk.

Relief menggambarkan kisah perjalanan Rama dan Sinta, lengkap dengan adegan peperangan, pengorbanan, hingga kemenangan kebaikan melawan kejahatan.

Bagi masyarakat Jawa kuno, kisah Ramayana bukan sekadar cerita. Ia menjadi pedoman moral, ajaran hidup, sekaligus sarana pendidikan spiritual.

Baca Juga: Tahu Pangkuden, Cita Rasa Khas dari Kampung Penghasil Tahu di Kota Blitar yang Melegenda

Relief Krisnayana di Lantai Dua

Selain Ramayana, terdapat pula relief Krisnayana di lantai dua candi induk. Kisah ini menceritakan perjalanan Krisna dengan berbagai ajaran moral yang dalam.

Detail ukiran di relief memperlihatkan keahlian seniman masa lalu. Setiap goresan batu dipahat dengan penuh perhitungan dan ketelitian.

Hal ini membuat Candi Penataran dijuluki sebagai museum terbuka yang merekam ajaran Hindu melalui karya seni.

Candi Naga dengan Sembilan Raja

Bangunan lain yang unik adalah Candi Naga. Sesuai namanya, candi ini dihiasi naga besar yang melilit sembilan tokoh berbusana raja.

Arsitekturnya terbuka tanpa atap, sehingga langsung menghadap langit. Simbol naga dan raja ini diyakini sebagai perlambang kekuatan dan perlindungan.

Bentuknya yang berbeda dari candi lain menambah daya tarik tersendiri, menjadikannya spot favorit wisatawan untuk mengabadikan foto.

Arca Ganesha di Candi Ganesha

Di bagian tenggara kompleks, terdapat bangunan yang disebut Candi Ganesha. Di dalamnya tersimpan arca Ganesha, dewa ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.

Arca ini masih sering diberi sesaji bunga oleh pengunjung yang meyakini kekuatan spiritualnya. Hal tersebut menunjukkan kesinambungan antara warisan budaya dan praktik keagamaan.

Selain itu, penataan batu candi yang rapi tanpa semen menjadi bukti teknologi arsitektur masa lalu yang luar biasa.

Baca Juga: Banyak yang Gagal Karena Essay! Tips Jitu Lolos Beasiswa Unggulan2025


Seni Ukir dengan Makna Spiritual

Setiap relief dan arca di Candi Penataran memiliki makna tersendiri. Tidak ada pahatan yang dibuat sekadar untuk hiasan.

Kisah-kisah epik, naga, hingga tokoh-tokoh berbusana raja, semuanya mencerminkan ajaran hidup. Simbol-simbol ini digunakan sebagai sarana mendidik masyarakat kuno.

Itulah mengapa Candi Penataran tidak hanya menjadi pusat pemujaan, tetapi juga pusat pendidikan moral melalui seni.

Keterhubungan dengan Gunung Kelud

Selain sarat seni, Candi Penataran juga punya latar sejarah sebagai penangkal murka Gunung Kelud. Letusan dahsyat gunung ini menjadi alasan utama pembangunan candi.

Raja-raja dari Kediri hingga Majapahit menggunakan Candi Penataran sebagai tempat ritual untuk meredam bencana. Seni ukir yang ada pun sarat dengan simbol perlindungan.

Hal ini menunjukkan bahwa seni di Candi Penataran juga menjadi bagian dari mitigasi bencana ala kerajaan tempo dulu.

Wisata Sejarah dan Budaya

Kini, Candi Penataran menjadi destinasi wisata favorit di Blitar. Keindahan relief, arca, dan arsitekturnya membuat pengunjung betah berlama-lama.

Pengelola menggratiskan tiket masuk, namun menekankan agar pengunjung tidak merusak situs. Hukuman berat menanti siapa pun yang mencoba mencoret atau mencuri batu candi.

Kebersihan dan keaslian situs membuat Candi Penataran tetap terjaga hingga kini.

Baca Juga: TKA 2025: Mata Pelajaran Wajib dan Pilihan yang Bisa Dikerjakan di Simulasi TKA Online 2025

Spot Edukasi dan Foto

Selain wisata, Candi Penataran juga menjadi tempat belajar sejarah dan seni. Banyak sekolah menjadikannya lokasi studi lapangan.

Relief Ramayana, Krisnayana, hingga arca Dwarapala menjadi bahan pengajaran langsung tentang kebudayaan Jawa kuno.

Bagi anak muda, spot-spot ini juga instagramable. Sore hari menjadi waktu terbaik untuk berfoto dengan latar megah candi.

Warisan Seni Dunia

Mengutip ktj YouTube, Candi Penataran bukan sekadar bangunan kuno, melainkan mahakarya seni yang bertahan lebih dari 800 tahun.

Jejak relief, arca, dan arsitektur menjadi bukti kejayaan seni dan spiritualitas Jawa kuno.

Warisan ini patut dijaga agar tetap bisa dinikmati generasi mendatang. Keagungan Candi Penataran adalah harta budaya yang tak ternilai bagi Indonesia dan dunia.

Editor : Anggi Septian A.P.
#candi penataran #sejarah #blitar