Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Soekarno dan Cinta: Kisah 9 Istri Presiden Soekarno yang Jarang Dibahas

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Kamis, 28 Agustus 2025 | 04:30 WIB
Presiden Soekarno bukan hanya dikenal sebagai bapak proklamator bangsa Indonesia. Ia juga dikenal sebagai tokoh kharismatik dengan pesona yang memikat banyak perempuan.
Presiden Soekarno bukan hanya dikenal sebagai bapak proklamator bangsa Indonesia. Ia juga dikenal sebagai tokoh kharismatik dengan pesona yang memikat banyak perempuan.

BLITAR – Presiden Soekarno bukan hanya dikenal sebagai bapak proklamator bangsa Indonesia. Ia juga dikenal sebagai tokoh kharismatik dengan pesona yang memikat banyak perempuan. Kisah cintanya bersama sembilan istri menjadi bagian dari sejarah yang jarang dibahas.

Dari perjalanan panjangnya, Presiden Soekarno menikah lebih dari satu kali. Mulai dari pernikahan pertamanya dengan Utari, hingga pernikahan terakhirnya dengan Heldy Djafar. Semua kisah itu mencerminkan sisi human interest dari seorang pemimpin besar bangsa.

Nessie Judge dalam seri History Telling pernah mengulas sisi personal Presiden Soekarno ini. Ia menyoroti bagaimana kisah-kisah rumah tangga Bung Karno tidak bisa dilepaskan dari perjalanan politik dan sejarah bangsa.

Baca Juga: Pemkab Blitar Segera Buka Seleksi Sekda, Ini Tahapannya

Istri pertama Presiden Soekarno adalah Siti Utari, putri dari H.O.S. Cokroaminoto. Soekarno menikahi Utari pada usia muda, namun pernikahan itu tidak bertahan lama. Bung Karno mengaku tidak pernah menyentuh Utari karena dianggap masih di bawah umur.

Setelah berpisah dari Utari, Soekarno kemudian menikah dengan Inggit Garnasih. Inggit menjadi istri yang setia mendampinginya saat masa-masa sulit. Dari pengasingan, penjara, hingga perjuangan politik, Inggit selalu ada di sisi Soekarno.

Namun, kisah cinta itu berakhir ketika Soekarno bertemu dengan Fatmawati di Bengkulu. Fatmawati yang masih berusia muda berhasil memikat hati Bung Karno. Pada tahun 1943, Soekarno menikah dengan Fatmawati dan dari pernikahan ini lahirlah lima anak, termasuk Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: Mengintip Proses Pembuatan Tahu di Kampung Penghasil Tahu di Kota Blitar

Fatmawati juga memiliki tempat istimewa dalam sejarah Indonesia. Dialah yang menjahit bendera Merah Putih pertama yang dikibarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945. Namun, hubungan rumah tangga mereka retak saat Soekarno jatuh hati pada Hartini.

Hartini dikenal sebagai sosok sederhana yang kemudian dinikahi Soekarno pada tahun 1953. Dari pernikahan ini lahir dua anak. Hartini juga menemani Soekarno ketika sakit, menunjukkan peran besar sebagai pendamping presiden.

Selain Hartini, ada juga Kartini Manoppo, seorang pramugari Garuda asal Sulawesi Utara. Pernikahan dengan Kartini disebut tidak resmi, namun melahirkan seorang anak bernama Oto Suryo. Kisah ini memperlihatkan bagaimana kehidupan pribadi Bung Karno penuh warna.

Baca Juga: Pabrik Tahu Pangkuden Jadi Magnet Wisata Edukasi Baru di Kampung Penghasil Tahu di Kota Blitar

Perjalanan cinta Presiden Soekarno tidak berhenti di situ. Ia kemudian bertemu dengan Naoko Nemoto, perempuan asal Jepang yang setelah menikah mengganti namanya menjadi Ratna Sari Dewi. Dewi menjadi sosok yang cukup populer karena latar belakangnya sebagai wanita Jepang yang kemudian menjadi istri presiden Indonesia.

Dari pernikahan itu lahirlah seorang anak bernama Kartika Sari Dewi Soekarno. Ratna Sari Dewi hingga kini masih dikenal publik karena aktif di berbagai kegiatan sosial internasional. Kehadirannya menambah catatan unik dalam perjalanan cinta Bung Karno.

Soekarno juga menikahi Haryati, seorang penari istana. Namun pernikahan ini tidak bertahan lama. Setelah itu ia menjalin hubungan dengan Yurike Sanger, seorang siswi SMA yang kemudian resmi dinikahi pada 1964.

Baca Juga: Tahu Pangkuden, Cita Rasa Khas dari Kampung Penghasil Tahu di Kota Blitar yang Melegenda

Yurike pun akhirnya bercerai dengan Soekarno setelah situasi politik semakin memanas di tahun 1967. Di tengah situasi sulit itu, Bung Karno juga menikah dengan Heldy Djafar, perempuan muda asal Kalimantan Selatan.

Heldy menjadi istri terakhir Presiden Soekarno. Namun, pernikahan itu pun tidak bertahan lama karena kondisi politik Indonesia sedang genting. Bung Karno menjadi tahanan rumah dan kesehatannya menurun drastis.

Jika ditotal, ada sembilan istri yang pernah dinikahi Presiden Soekarno sepanjang hidupnya. Dari Utari hingga Heldy, kisah cinta mereka menjadi bagian dari mozaik kehidupan sang proklamator. Cerita-cerita ini jarang masuk dalam buku pelajaran sejarah, tetapi tetap menarik untuk dipelajari.

Baca Juga: Suasana Unik di Pabrik Tahu Kampung Penghasil Tahu di Kota Blitar: Kerja Serius Bercampur Joget-Joget

Nessie Judge menekankan bahwa kehidupan pribadi seorang tokoh besar seperti Soekarno tetap relevan untuk dibicarakan. Bukan untuk menilai moralitasnya, melainkan untuk melihat sisi manusiawi dari seorang pemimpin dunia.

Kharisma Presiden Soekarno memang luar biasa. Tidak hanya menggerakkan jutaan rakyat dengan pidatonya, tetapi juga memikat hati banyak perempuan. Pesona itulah yang membuat kehidupannya penuh kisah cinta yang dramatis.

Meski demikian, setiap istri Bung Karno memiliki peran penting. Dari Inggit Garnasih yang mendampingi perjuangan awal, Fatmawati yang menjahit bendera pusaka, hingga Dewi Soekarno yang menghubungkan diplomasi Indonesia dengan Jepang.

Baca Juga: Mulai Waspada, Dinsos Kabupaten Blitar Mulai Selidiki Data Penerima Bansos Terseret Judol: Siap-siap Diblacklist

Perjalanan cinta ini menunjukkan bahwa sejarah bangsa bukan hanya soal politik dan perang. Ada pula sisi personal yang membentuk karakter seorang pemimpin. Dan dari sembilan istri itu, kita melihat bagaimana Presiden Soekarno tetap menjadi manusia biasa yang punya rasa cinta, rindu, dan konflik rumah tangga.

Kisah cinta Bung Karno hingga kini masih menjadi topik hangat. Bukan sekadar gosip, tetapi bagian dari warisan sejarah bangsa. Dari Blitar hingga dunia, nama Soekarno tetap abadi, bersama cinta-cintanya yang mewarnai perjalanan hidupnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#presiden soekarno