Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mitos Air Abadi Petirtaan Candi Penataran: Bikin Awet Muda dan Dagangan Laris?

Anggi Septiani • Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:30 WIB
Mitos Air Abadi Petirtaan Candi Penataran: Bikin Awet Muda dan Dagangan Laris?
Mitos Air Abadi Petirtaan Candi Penataran: Bikin Awet Muda dan Dagangan Laris?

Blitar – Candi Penataran menyimpan banyak kisah menarik yang masih hidup hingga sekarang. Salah satunya adalah mitos tentang air abadi di petirtaan yang dipercaya membawa berkah.

Air di petirtaan Candi Penataran disebut tidak pernah kering meski kemarau panjang melanda. Hal ini membuat banyak orang percaya ada kekuatan spiritual yang melingkupinya.

Mengutip kanal ktj YouTube, petirtaan Candi Penataran menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Mereka meyakini air tersebut bisa memberi manfaat, mulai dari awet muda hingga melariskan dagangan.

Petirtaan yang Tak Pernah Kering

Petirtaan di Candi Penataran terletak di sisi timur laut kompleks candi. Bentuknya berupa kolam dengan pancuran air yang jernih dan sejuk.

Meski usianya sudah ratusan tahun, aliran air ini tidak pernah berhenti. Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai “air abadi”.

Fenomena ini menjadi salah satu daya tarik wisata, sekaligus penguat kepercayaan akan sakralnya kawasan Candi Penataran.

Air yang Diyakini Punya Khasiat

Banyak pengunjung yang membawa pulang air dari petirtaan Candi Penataran. Mereka percaya air ini bisa memberikan tuah tertentu.

Sebagian meyakini jika digunakan untuk membasuh wajah, maka akan terlihat lebih segar dan awet muda. Ada pula yang percaya air tersebut bisa membuat tubuh lebih sehat.

Tak sedikit pedagang yang mengambil air ini dengan harapan dagangannya semakin laris. Keyakinan semacam ini sudah berlangsung turun-temurun.

Baca Juga: Pabrik Tahu Pangkuden Jadi Magnet Wisata Edukasi Baru di Kampung Penghasil Tahu di Kota Blitar

Jejak Kepercayaan Sejak Masa Majapahit

Petirtaan di kompleks Candi Penataran bukan sekadar tempat pemandian. Pada masa lalu, tempat ini diyakini sebagai lokasi ritual suci.

Air dianggap sebagai simbol penyucian diri dalam ajaran Hindu-Buddha. Mandi di petirtaan dipercaya bisa membersihkan diri, baik secara lahir maupun batin.

Jejak kepercayaan ini masih terlihat dari relief dan struktur arsitektur yang tertata rapi di sekitar petirtaan.

Air Sumber Keberkahan

Bagi warga sekitar, air petirtaan memiliki makna penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk ritual, air ini kerap digunakan dalam acara adat.

Beberapa warga bahkan mengambil air tersebut ketika hendak memulai usaha baru. Mereka berharap mendapatkan keberkahan dan rezeki lancar.

Cerita-cerita ini memperkuat mitos bahwa Candi Penataran tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga kaya akan nilai spiritual.

Fenomena Alam atau Kekuatan Gaib?

Meski mitos air abadi diyakini banyak orang, ada juga yang mencoba menjelaskannya secara ilmiah.

Sebagian peneliti menyebut air petirtaan berasal dari sumber mata air bawah tanah yang stabil. Karena itu, meski musim kemarau, debit air tetap mengalir.

Namun, masyarakat lebih suka mengaitkan fenomena ini dengan kekuatan gaib. Bagi mereka, keajaiban air abadi adalah bagian dari warisan leluhur.

Baca Juga: Enggak Punya Prestasi Nasional? Tenang, Kamu Masih Bisa Daftar Baca Juga: Dari Romantis di Sosmed Jadi Gugatan Cerai, Pratama Arhan Gugat Cerai Azizah SalsaBeasiswa Unggulan2025

Petirtaan Sebagai Destinasi Wisata

Kini, petirtaan Candi Penataran menjadi salah satu spot favorit wisatawan. Air yang jernih membuat banyak orang betah berlama-lama di sekitarnya.

Selain sebagai tempat berfoto, pengunjung sering mencuci muka atau mencelupkan tangan ke dalam air. Sensasi segar dan alami menambah pengalaman wisata.

Petirtaan ini pun menambah nilai plus bagi Candi Penataran sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur.

Ritual dan Sesaji Masih Ada

Hingga kini, masih sering terlihat sesaji bunga di area petirtaan. Hal ini menandakan praktik kepercayaan masih hidup di tengah masyarakat.

Sesaji biasanya berupa bunga, kemenyan, atau makanan kecil. Tujuannya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Keberadaan ritual ini memperkuat anggapan bahwa petirtaan bukan sekadar kolam biasa, melainkan tempat sakral yang dijaga sejak zaman kuno.

Menghubungkan dengan Gunung Kelud

Candi Penataran sejak dulu dikenal sebagai benteng spiritual terhadap murka Gunung Kelud. Petirtaan diyakini juga bagian dari upaya mitigasi bencana pada masa lalu.

Air dianggap sebagai simbol penetral amarah alam. Dengan adanya petirtaan, raja dan masyarakat berharap bisa terhindar dari letusan gunung.

Hal ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara seni, spiritualitas, dan alam dalam budaya Jawa kuno.

Baca Juga: ⁠Pemkot Blitar Janji Selesaikan Utang RSUD Mardi Waluyo Secara Bertahap, Ini Kata Wali Kota

Pesona Mistis yang Tetap Hidup

Meski zaman modern, mitos air abadi petirtaan Candi Penataran tetap dipercaya banyak orang. Kisah-kisah tentang awet muda dan dagangan laris terus diwariskan.

Bahkan, ada yang menganggap air ini sebagai salah satu “pusaka hidup” yang dimiliki Blitar. Kepercayaan semacam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Dengan demikian, petirtaan bukan hanya bagian dari sejarah, melainkan juga simbol spiritual yang masih hidup hingga kini.

Warisan Budaya yang Harus Dijaga

Mengutip ktj YouTube, Candi Penataran dengan segala mitosnya adalah warisan budaya luar biasa. Bukan hanya arsitekturnya yang indah, tetapi juga cerita rakyat yang mengiringinya.

Air abadi di petirtaan adalah salah satu bukti bahwa masyarakat Jawa kuno selalu mengaitkan alam dengan spiritualitas. Nilai-nilai ini patut dilestarikan sebagai bagian identitas bangsa.

Menjaga kelestarian Candi Penataran berarti menjaga warisan seni, sejarah, dan mitos yang menjadi kekayaan Indonesia.

Editor : Anggi Septian A.P.
#candi penataran #sejarah #blitar