Blitar – Candi Penataran menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling populer di Blitar. Selain kaya nilai budaya, kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur ini bisa dinikmati tanpa tiket masuk.
Hal itu membuat Candi Penataran kian digemari wisatawan dari berbagai daerah. Banyak keluarga, pelajar, hingga wisatawan muda yang berkunjung untuk menikmati keindahan dan edukasi sejarah.
Menurut kanal ktj YouTube, daya tarik Candi Penataran tidak hanya terletak pada arsitektur megahnya. Spot foto instagramable dan suasana sore hari yang menawan menjadikan candi ini ramah bagi generasi muda.
Wisata Sejarah Tanpa Biaya Masuk
Salah satu alasan wisatawan betah berkunjung adalah gratisnya akses masuk ke kawasan candi. Tidak ada tiket resmi yang dipungut, pengunjung hanya dikenai biaya parkir.
Kondisi ini membuat Candi Penataran menjadi alternatif liburan terjangkau bagi masyarakat. Terutama saat musim liburan sekolah atau akhir pekan, kawasan candi ramai dipadati wisatawan.
Meski tanpa tiket, pengunjung tetap bisa menikmati seluruh area, mulai dari halaman depan hingga candi utama.
Spot Foto Favorit Generasi Muda
Selain nilai sejarah, Candi Penataran juga dikenal sebagai tempat berburu foto. Keindahan relief dan arsitektur kuno menjadi latar alami yang instagramable.
Banyak anak muda memanfaatkan momen sore hari untuk berfoto di area candi. Cahaya matahari yang hangat menjadikan hasil foto tampak dramatis.
Beberapa sudut populer adalah tangga candi utama, arca Dwarapala, hingga area petirtaan dengan air jernih.
Baca Juga: Pabrik Tahu Pangkuden Jadi Magnet Wisata Edukasi Baru di Kampung Penghasil Tahu di Kota Blitar
Edukasi Sejarah yang Menyenangkan
Tidak hanya untuk berswafoto, Candi Penataran juga menjadi sarana belajar sejarah. Banyak sekolah membawa siswanya berkunjung untuk mengenal peninggalan masa Majapahit.
Relief yang menggambarkan kisah Ramayana hingga arca-arca Hindu menjadi media edukasi yang nyata. Siswa bisa belajar langsung di lapangan sambil menikmati suasana.
Hal ini menjadikan Candi Penataran bukan hanya objek wisata, tetapi juga ruang belajar terbuka.
Keindahan Senja di Kompleks Candi
Salah satu waktu terbaik mengunjungi Candi Penataran adalah sore hari. Saat matahari mulai terbenam, suasana candi terlihat lebih eksotis.
Batuan candi memantulkan cahaya oranye keemasan yang menciptakan atmosfer magis. Banyak wisatawan sengaja menunggu momen ini untuk mengabadikan foto.
Tak heran, suasana senja di Candi Penataran sering diunggah di media sosial dan menjadi daya tarik tersendiri.
Ramah untuk Semua Kalangan
Candi Penataran menjadi destinasi wisata yang ramah untuk semua kalangan. Mulai dari wisata keluarga, rombongan sekolah, hingga komunitas fotografi.
Area yang luas memungkinkan pengunjung bebas menjelajah tanpa berdesakan. Selain itu, fasilitas dasar seperti area parkir dan ruang terbuka cukup memadai.
Suasana tenang dan asri membuat candi ini cocok untuk rekreasi sekaligus melepas penat.
Baca Juga: Token Wajib! Begini Cara Login Simulasi TKA Online 2025 untuk Siswa SD hingga SMK
Jejak Sejarah yang Megah
Sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur, Candi Penataran memiliki luas sekitar 13.000 meter persegi. Arsitekturnya merefleksikan kejayaan Majapahit di abad ke-14.
Candi utama berdiri kokoh dengan relief yang menceritakan berbagai kisah epik. Di sisi lain, terdapat arca-arca seperti Ganesha dan Dwarapala yang semakin memperkuat nuansa sakral.
Jejak sejarah inilah yang membuat Candi Penataran tidak pernah kehilangan pesonanya.
Mitos dan Cerita Rakyat
Selain sejarah, Candi Penataran juga lekat dengan berbagai mitos. Salah satunya adalah kisah air abadi di petirtaan yang dipercaya membawa keberkahan.
Ada pula cerita bahwa candi ini berfungsi sebagai benteng spiritual penangkal murka Gunung Kelud. Cerita-cerita tersebut menambah nuansa mistis di balik keindahan candi.
Mitos inilah yang membuat wisatawan semakin penasaran untuk berkunjung.
Magnet Wisata Blitar
Bagi pemerintah daerah, Candi Penataran merupakan aset wisata unggulan. Keberadaannya mendukung promosi pariwisata Blitar di tingkat nasional.
Acara budaya, festival, hingga pertunjukan seni kerap digelar di kawasan ini. Hal tersebut menjadikan Candi Penataran bukan hanya situs sejarah, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat.
Dengan potensi besar, pengelolaan dan pelestarian candi terus dilakukan agar tetap lestari.
Baca Juga: Warga Blitar Jadi Sasaran Begal Sadis di Hutan Jati Sutojayan, Begini Kronologinya
Generasi Muda dan Warisan Budaya
Candi Penataran kini tidak hanya dikenal oleh kalangan akademisi atau pecinta sejarah. Anak muda pun semakin mengenalnya berkat media sosial.
Foto-foto indah yang beredar di Instagram dan TikTok menjadikan candi ini populer di kalangan milenial. Bahkan, banyak konten kreator memilih lokasi ini untuk pembuatan video.
Fenomena ini membuktikan bahwa warisan budaya bisa tetap relevan dengan zaman modern.
Simbol Identitas Blitar
Lebih dari sekadar tempat wisata, Candi Penataran adalah simbol identitas masyarakat Blitar. Keberadaannya mencerminkan kekayaan sejarah, seni, dan spiritualitas Jawa.
Dengan gratisnya akses masuk, candi ini menjadi ruang publik yang bisa dinikmati siapa saja. Nilai sejarah dan keindahan visualnya menjadikannya layak dikunjungi berkali-kali.
Sebagaimana dikutip dari ktj YouTube, Candi Penataran adalah contoh nyata bagaimana warisan kuno tetap hidup di tengah modernitas.
Editor : Anggi Septian A.P.