Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Petirtaan Rahasia di Blitar? Ekskavasi Ungkap Candi Gedog Sebagai Tempat Suci Majapahit

Anggi Septiani • Jumat, 29 Agustus 2025 | 04:00 WIB
Petirtaan Rahasia di Blitar? Ekskavasi Ungkap Candi Gedog Sebagai Tempat Suci Majapahit
Petirtaan Rahasia di Blitar? Ekskavasi Ungkap Candi Gedog Sebagai Tempat Suci Majapahit

Blitar – Candi Gedog kembali mencuri perhatian publik setelah ekskavasi arkeologi menemukan dugaan baru tentang fungsinya. Selama ini, candi yang berada di Blitar itu dianggap sekadar reruntuhan sisa kejayaan masa lalu. Namun, penelitian terbaru justru membuka kemungkinan besar bahwa Candi Gedog dulunya adalah sebuah petirtaan atau tempat mandi suci.

Temuan ini membuat Candi Gedog naik kelas dari sekadar situs sejarah menjadi objek penelitian spiritual dan ritual Majapahit. Para ahli menduga bahwa selain berfungsi sebagai petirtaan, bangunan ini juga difungsikan sebagai tempat peribadahan Hindu-Siwa. Hal ini diperkuat dengan tata letak batu bata serta temuan struktur yang mirip jaladwara, saluran air suci khas petirtaan.

Tak heran jika kemudian Candi Gedog menjadi sorotan karena dianggap menyimpan “rahasia” yang baru terkuak. Ekskavasi yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) pada 2020–2021 mengungkap fondasi dan susunan batu yang semakin menguatkan teori ini. Publik pun bertanya-tanya: apakah Blitar selama ini menyimpan salah satu pusat ritual penting Majapahit?

Ekskavasi Bongkar Misteri

Penelitian arkeologi di Candi Gedog dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang menemukan tumpukan batu bata besar di bawah pohon beringin. Ketika digali lebih dalam, ternyata tersusun rapi membentuk struktur yang mengarah pada sebuah kolam. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa kawasan tersebut memang bukan sekadar candi biasa.

Ahli arkeologi dari Universitas Negeri Malang menyebut, posisi struktur Candi Gedog mirip dengan petirtaan di Trowulan. Letaknya yang dekat dengan aliran sungai juga memperkuat dugaan bahwa air menjadi elemen penting dalam fungsi aslinya. Dari sinilah muncul teori baru, bahwa Candi Gedog bukan hanya sakral, melainkan juga vital dalam kegiatan sehari-hari kerajaan.

Selain itu, ekskavasi juga menemukan fragmen arca dan beberapa ukiran berbentuk simbol Hindu-Siwa. Penemuan ini menjadi bukti tambahan bahwa candi tersebut kemungkinan besar berhubungan dengan praktik keagamaan.

Jejak Spiritual Majapahit di Blitar

Blitar selama ini memang dikenal menyimpan banyak peninggalan Majapahit, salah satunya Candi Penataran. Namun, penemuan tentang Candi Gedog membuat peta sejarah berubah. Artinya, wilayah Blitar bukan sekadar lokasi transit, melainkan salah satu pusat spiritual.

Konsep petirtaan sendiri dalam budaya Jawa kuno bukan hanya tempat membersihkan diri, melainkan juga pembersihan batin. Air dianggap memiliki kekuatan magis yang bisa menghubungkan manusia dengan dunia para dewa. Karena itu, jika benar Candi Gedog berfungsi demikian, maka statusnya jauh lebih tinggi dibanding dugaan sebelumnya.

Masyarakat sekitar bahkan meyakini lokasi tersebut memiliki aura sakral sejak lama. Cerita rakyat yang beredar menyebutkan bahwa tempat itu tidak pernah sepi dari kisah mistis, bahkan sebelum ekskavasi dimulai. Hal ini kini seolah menemukan relevansinya dengan data arkeologi.

Baca Juga: Merdeka atau Mati: Gaya Pidato Presiden Soekarno yang Bikin Dunia Bergetar

Daya Tarik Wisata Sejarah

Jika ditelusuri lebih dalam, potensi Candi Gedog bukan hanya bagi dunia penelitian, tetapi juga bagi wisata sejarah Blitar. Situs ini bisa menjadi magnet baru yang melengkapi destinasi populer seperti Candi Penataran. Apalagi, narasi tentang petirtaan rahasia selalu berhasil menarik perhatian wisatawan.

Banyak wisatawan modern yang menyukai perpaduan sejarah, mitos, dan spiritualitas. Konsep “hidden gem” ini sesuai dengan tren wisata edukatif sekaligus mistis yang sedang naik daun. Dengan pengelolaan yang baik, Candi Gedog berpotensi menjadi destinasi unggulan Blitar ke depan.

Pemerintah daerah diharapkan dapat mengembangkan kawasan sekitar agar tetap menjaga nilai sejarah tanpa merusak autentisitas situs. Hal ini bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Penelitian Lanjutan

Meski sudah banyak temuan, arkeolog mengakui bahwa penelitian tentang Candi Gedog masih jauh dari selesai. Banyak bagian yang belum tergali, termasuk kemungkinan adanya sumur atau jalur air yang terhubung langsung dengan sungai. Jika ini benar, maka fungsi petirtaan semakin kuat.

Beberapa ahli juga menyoroti kemungkinan adanya hubungan antara Candi Gedog dan pusat kerajaan di Trowulan. Bisa jadi situs ini merupakan “cabang spiritual” yang dibangun khusus untuk wilayah Blitar. Dugaan ini tentu akan membuka bab baru dalam sejarah Majapahit.

Karena itu, penelitian lanjutan sangat diperlukan. Selain memperkaya ilmu pengetahuan, hasilnya juga dapat menjadi bahan edukasi sejarah bagi generasi muda.

Menjaga Warisan Leluhur

Candi Gedog kini menjadi simbol bagaimana sejarah bisa kembali “hidup” setelah berabad-abad terkubur. Dari sekadar tumpukan batu yang dianggap tak berarti, kini ia menjelma menjadi petunjuk penting peradaban Majapahit.

Masyarakat dan pemerintah ditantang untuk menjaga situs ini dengan sepenuh hati. Jangan sampai nasib Candi Gedog berakhir seperti beberapa candi lain yang hancur akibat penjarahan dan ketidakpedulian.

Lebih dari itu, keberadaan Candi Gedog seharusnya menjadi pengingat bahwa warisan leluhur bukan hanya benda mati, tetapi juga cerita hidup yang membentuk identitas bangsa. Dari batu-batu yang terkubur, lahirlah pemahaman baru tentang siapa kita dan dari mana kita berasal.

Editor : Anggi Septian A.P.
#candi gedog #sejarah blitar