BLITAR — Suasana Alun-alun Lodoyo, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar mulai dipadati pedagang yang bersiap menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Keramaian ini menjadi tanda awal menjelang puncak peringatan maulid nabi di Sutojayan yang ditandai dengan tradisi siraman Gong Kyai Pradah, sebuah ritual sakral yang selalu mengundang ribuan masyarakat.
Mereka datang berbondong-bondong, baik untuk mengikuti prosesi, maupun sekadar menikmati suasana pasar rakyat yang tumbuh di sekitarnya.
Lapak-lapak sederhana berbahan terpal tampak berjejer rapi di sepanjang area alun-alun.
Para pedagang dari berbagai daerah sibuk menata dagangan mereka, mulai dari makanan tradisional, pakaian, hingga aneka mainan anak-anak yang menarik perhatian pengunjung.
Suparman, seorang pedagang jajanan asal Blitar mengaku, sengaja menempati tempat lebih awal agar mendapat lokasi strategis di dekat pintu masuk alun-alun.
Baginya, peringatan maulid nabi di Sutojayan bukan hanya momen keagamaan, tetapi juga peluang besar untuk menambah rezeki.
“Rejeki itu harus dicari mas, kalau nggak begitu ibaratnya dimakan ayam duluan,” ujarnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Aminah, salah satu pengunjung asal Sutojayan mengaku, senang dengan suasana pasar malam yang mulai ramai.
“Kalau mau siraman Gong Mbah Pradah, Lodoyo selalu meriah. Anak saya senang lihat mainan, saya juga bisa sekalian belanja. Jadi, terasa seperti lebaran kecil,” ungkap wanita 27 tahun ini.
Dengan semakin banyaknya pedagang yang menetap hingga satu pekan penuh, kawasan Alun-alun Lodoyo diperkirakan terus ramai sampai puncak acara.
Selain memperkuat tradisi, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar. (mg4/ynu)