Aksi massa yang tidak diketahui identitas organisasi di Kabupaten Blitar berujung ricuh. Gedung DPRD Kabupaten Blitar di Jalan Kota Baru, Kanigoro, menjadi sasaran amukan massa pada Minggu dini hari (31/8). Massa membakar sejumlah bagian gedung hingga menyebabkan kerusakan parah hingga membuat kerugian besar.
Pantauan Jawa Pos Radar Penataran, Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WIB, kondisi gedung DPRD tampak porak poranda. Sisa-sisa kebakaran terlihat jelas di beberapa ruangan pada depan gedung ini. Petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan bara api yang tersisa.
Sejumlah pegawai Sekretariat DPRD pun tampak sibuk membersihkan pecahan kaca serta barang-barang yang berserakan. Bahkan mereka berusaha menyelamatkan benda atau dokumen penting yang masih tersisa.
Ruang paripurna, ruang humas dan ruang sekretariat menjadi yang paling parah terdampak. Jendela dan pintu kaca pecah, pot bunga terbalik, serta meja dan kursi berserakan di tangga dan lobi. Tak hanya itu, pos satpam pintu masuk dan pintu keluar gedung DPRD turut menjadi sasaran pembakaran. Di dekat pos satpam pintu keluar, terlihat dua unit sepeda motor hangus terbakar.
Kondisi ini menyisakan keprihatinan mendalam. Gedung wakil rakyat yang biasanya digunakan untuk menyerap aspirasi masyarakat justru luluh lantak akibat aksi massa yang tidak terkendali. Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, mengatakan prihatin terhadap aksi massa yang berujung membakar Gedung DPRD Kabupaten Blitar di Jalan Kota Baru, Kanigoro, pada Minggu dini hari
Supriadi mengungkapkan, aksi massa berlangsung dalam empat gelombang. Menurutnya, gelombang pertama hingga ketiga jumlah massa tidak begitu banyak. Namun, pada gelombang keempat, jumlah massa meningkat drastis hingga sulit dikendalikan.
“Kalau saya hitung ada empat gelombang. Gelombang pertama, kedua, dan ketiga tidak begitu banyak. Tapi gelombang keempat luar biasa banyak,” ungkap Supriadi, saat ditemui di lokasi kejadian.
Dia menuturkan, upaya membakar gedung sudah mulai terjadi sejak gelombang kedua dan ketiga. Bahkan, api sempat muncul di bagian belakang gedung, namun cepat dipadamkan oleh aparat dan petugas di lapangan. Puncaknya, pada gelombang keempat sekitar pukul 03.00 WIB, massa berhasil membakar sejumlah bagian gedung DPRD.
Politikus PDIP ini kaget ketika melihat ruang paripurna yang mengalami kerusakan cukup parah. dan secretariat yang tidak luput dari amukan massa. Sejumlah barang juga dilaporkan hilang, termasuk laptop dan sepeda motor yang terparkir di area gedung.
“Awalnya memang ada yang berusaha membakar dari belakang. Syukurlah bisa segera dipadamkan. Tapi pada gelombang keempat massa sudah sangat banyak, sehingga kebakaran terjadi. Kalau kerusakan detail saya belum bisa sampaikan. Tapi memang ada laporan barang hilang, termasuk laptop dan motor. Nanti semua akan kita koordinasikan dengan pihak keamanan,” jelasnya.
Supriadi menegaskan, langkah selanjutnya DPRD akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan keamanan. Dia juga menyebut akan ada rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas strategi pascakejadian. Hingga saat ini terkait kerugian dari peristiwa tersebut, belum dapat diketahui.
“Yang jelas kita prihatin dengan peristiwa ini. Ke depan kami akan duduk bersama Forkopimda untuk membahas langkah strategis, agar situasi tetap kondusif,” pungkasnya
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana