Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Cara Brigpol Riska menjadi Polisi Humanis: Aktif di Medsos hingga Dekat dengan Masyarakat

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 1 September 2025 | 17:30 WIB

⁠Cara Brigpol Riska menjadi Polisi Humanis: Aktif di Medsos hingga Dekat dengan Masyarakat
⁠Cara Brigpol Riska menjadi Polisi Humanis: Aktif di Medsos hingga Dekat dengan Masyarakat

BLITAR - SENYUM RAMAH dan sikap supel Brigpol Riska Elvyanna membuatnya mudah dikenali masyarakat Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro.

Sejak April 2024 lalu, dia dipercaya menjadi bhabinkamtibmas di desa tersebut. Perannya bukan sekadar polisi yang mengayomi warga, melainkan juga penggerak kegiatan sosial dan pendidikan.

Perjalanan Riska hingga menjadi polwan bukanlah kisah yang mulus.

“Dulu banyak yang bilang masuk polisi itu harus siap uang banyak. Tapi saya membuktikan sendiri, tanpa uang pun bisa lolos. Waktu itu keluarga saya tidak punya apa-apa, jadi kalaupun gagal ya sudah, saya siap kuliah atau kerja,” ujar Riska ketika ditemui di Polsek Kanigoro, Minggu (31/8/2025).

Dia melanjutkan, saat penerimaan polwan dibuka besar-besaran pada 2014, Riska memberanikan diri mendaftar.

Ayahnya yang berdagang toko kecil-kecilan hanya bisa mengantarnya dengan motor ke Surabaya. Dari ribuan pendaftar, dia lolos dan penempatan pertamanya langsung di Polres Blitar.

Kariernya berlanjut di Polsek Lodoyo Barat, lalu bertugas 4 tahun di Humas Polres Blitar. Sejak 2021, dia pindah ke Polsek Kanigoro hingga akhirnya dipercaya menjadi bhabinkamtibmas di Desa Banggle.

“Saya menjadi polisi karena memang sudah menjadi cita-cita sejak kecil. Mungkin banyak warga mengenal saya karena sering mengunggah kegiatan babinkamtibmas di media sosial. Itu juga perintah atasan agar kegiatan dekat dengan masyarakat bisa dilihat lebih luas,” tuturnya.

Keaktifannya membuahkan penghargaan di instansinya. Riska terpilih sebagai bhabinkamtibmas teraktif tingkat Polres Blitar dan kemudian mewakili ke Polda Jatim.

Dia bahkan masuk nominasi sebagai bhabinkamtibmas penggerak pendidikan dan sosial dalam rakernas polda.

Di balik kesibukannya, Riska tetap dikenal rendah hati. Ses

ekali dia juga diminta menjadi pembawa acara di acara desa atau kegiatan forkopimcam. Baginya, bersosialisasi dengan warga adalah energi untuk kehidupannya.

“Saya orangnya ekstrover, jadi senang kalau sering kumpul dengan masyarakat. Mungkin itu yang membedakan dengan yang lain. Apalagi saya senang membagi kegiatan saya di sosial media,” katanya sambil tersenyum.

Kini, nama Brigpol Riska Elvyanna memang akrab di telinga warga Desa Banggle dan Polres Blitar. Kehadirannya membuat wajah polisi lebih humanis.

Dia adalah bukti bahwa menjadi Polwan tak harus dengan jalan pintas, tetapi dengan niat, usaha, dan kerja keras yang konsisten.

Tentang mimpinya ke depan, Riska tidak muluk-muluk. Dia hanya ingin masyarakat mengenal polisi dari sisi yang baik. “Saya ingin dikenal sebagai polisi yang tulus menjalankan tugas.

Bahwa polisi itu dekat dengan masyarakat, mau mengayomi dan melindungi dengan hati,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#polisi #humanis #medsos #masyarakat #brigpol #senyum