BLITAR – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop, UM dan Naker) Kota Blitar memastikan keberadaan Koperasi Merah Putih (KMP) yang telah dibentuk di 21 kelurahan bisa terus berjalan.
Saat ini, masing-masing KMP sudah memiliki pengurus dan tengah menyiapkan program kerja.
Kepala Dinkop, UM, dan Naker Kota Blitar, Juyanto mengatakan, KMP menjadi wadah penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan.
Sesuai arah program, koperasi ini nantinya berperan membantu memasarkan dan menjual produk dari sejumlah mitra strategis seperti Bulog, Pertamina, dan produsen pupuk bersubsidi.
“Sejauh ini kami sudah menjalin komunikasi dengan perwakilan Bulog, Pertamina, dan pupuk. Namun, kami masih mencari formula yang tepat terkait produk apa saja yang siap dijual oleh KMP di masing-masing kelurahan,” ujar Juyanto, Minggu (31/8/2025).
Meski demikian, dia mengakui masih ada kendala di lapangan.
Salah satunya adalah belum tersedianya fasilitas berupa kantor atau gedung operasional bagi sebagian besar KMP. Hanya beberapa koperasi yang sudah bisa memanfaatkan aset bangunan milik Pemkot Blitar sebagai kantor.
Ada juga yang memanfaatkan aset pribadi anggota koperasi.
Nah, untuk yang memanfaatkan aset pemkot masih bersifat sewa atau kontrak sehingga KMP harus menanggung biaya sewa ke pemerintah kota.
“Kami sedang menyiapkan surat permohonan kepada wali kota agar KMP bisa menggunakan aset bangunan pemkot secara lebih permanen. Harapannya ada lampu hijau sehingga koperasi bisa memiliki tempat yang layak untuk bekerja,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan kantor sangat penting. Bukan hanya untuk administrasi dan pelayanan, melainkan juga sebagai ruang galeri yang menata produk-produk UMKM lokal, baik kerajinan maupun makanan-minuman.
Selain itu, KMP juga membutuhkan gudang penyimpanan untuk komoditas beras dan pupuk yang akan dipasarkan.
Dinkop menegaskan tetap berkomitmen mendampingi KMP agar bisa berkembang dan berkontribusi nyata pada ekonomi kerakyatan di Kota Blitar.
“Kami berharap keberadaan KMP bisa menjadi motor penggerak ekonomi di kelurahan. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, perannya tentu akan lebih optimal,” tambah Juyanto.
Dengan terbentuknya 21 KMP ini, Pemkot Blitar berharap koperasi-koperasi tersebut bisa segera menjalankan fungsi bisnisnya sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat. (sub/c1) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah