Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tokoh Lintas Agama di Blitar Serukan Tolak Kekerasan dan Provokasi, Apa Langkah Pencegahannya?

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 2 September 2025 | 17:21 WIB

Tokoh Lintas Agama di Blitar Serukan Tolak Kekerasan dan Provokasi, Apa Langkah Pencegahannya?
Tokoh Lintas Agama di Blitar Serukan Tolak Kekerasan dan Provokasi, Apa Langkah Pencegahannya?

BLITAR – Seruan perdamaian menggema dari berbagai tokoh lintas agama di Kabupaten Blitar pascainsiden kerusuhan yang menimpa gedung DPRD pada Minggu (31/8/2025) dini hari.

Mereka sepakat menolak segala bentuk kekerasan, serta mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH Muqorrobin menegaskan, perdamaian adalah kunci utama menjaga harmoni sosial.

Dia menilai, peristiwa yang terjadi harus menjadi bahan refleksi bagi semua pihak.

“Perdamaian dan kerukunan adalah segalanya. Tidak ada satu pun keyakinan yang melegalkan tindakan kekerasan. Justru kejadian ini harus menjadi pengingat bagi kita semua, baik masyarakat maupun pemerintah, agar lebih bijak dalam menyikapi persoalan,” ujarnya.

Pernyataan serupa disampaikan Romo Jatmiko, tokoh Katolik di Blitar yang menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden tersebut, termasuk peristiwa di wilayah lain yang menimbulkan korban jiwa.

Menurutnya, aspirasi masyarakat tetap bisa disampaikan dengan cara damai. “Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sampaikan aspirasi dengan cara yang baik, tidak dengan merusak atau melukai.

Karena kekerasan hanya akan menambah luka dan mencoreng persaudaraan,” ungkapnya.
Sementara itu, Pendeta Retno Adi, perwakilan tokoh agama Kristen menyebut, peristiwa ini sangat memprihatinkan.

Dia menekankan, perlunya evaluasi bersama agar kasus serupa tidak terulang.

“Tidak ada seorang pun yang menginginkan kejadian ini. Mari kita bersama-sama menjadikannya pelajaran berharga. Ke depan, kita harus lebih mengedepankan dialog, bukan emosi. Dengan begitu, keharmonisan bisa tetap terjaga,” katanya.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso juga menegaskan, kondisi ini merupakan ujian kebersamaan.

Menurutnya, warga Kabupaten Blitar harus tetap tenang dan dewasa dalam menghadapi situasi. Dia menambahkan, kerukunan masyarakat Blitar adalah modal penting untuk memulihkan situasi.

“Bangsa Indonesia sedang diuji, dan Blitar bagian dari bangsa ini. Kami percaya warga Blitar adalah masyarakat yang hebat, santun, serta tidak suka anarkis. Karena itu, mari bersama-sama menjaga kedamaian, tetap beraktivitas normal, dan tidak mudah terpancing oleh provokasi. Dengan doa, ketenangan, dan kerja sama semua pihak, kami optimistis Blitar akan segera pulih dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kondusivitas,” pungkasnya. (jar/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#lintas agama #blitar #provokasi #Tolak #Tokoh #kekerasan