BLITAR – Pascakebakaran dan penjarahan gedung DPRD Kabupaten Blitar, pelaksanaan rapat paripurna dewan dipastikan menyesuaikan kondisi darurat.
Sebab, ruangan tersebut saat ini kondisinya rusak dampak peristiwa anarkis itu. Kaca hingga meja tak bisa dipakai, bahkan ada kata-kata kotor, tindakan oknum.
Sekretaris Dewan (Sekwan) Haris Susianto mengatakan, rapat paripurna tetap akan berjalan sesuai jadwal, hanya saja tempatnya kemungkinan disesuaikan.
Nantinya, pihaknya akan melakukan pembersihan dan menginventarisasi ruangan mana yang bisa digunakan untuk rapat paripurna.
Sebab, besok Rabu (3/9/2025) akan digelar rapat paripurna.
“Untuk rapat paripurna, sementara kami masih menunggu arahan pimpinan. Kalau memang harus segera dilaksanakan, kami menyesuaikan dengan ruangan yang masih memungkinkan. Bahkan bisa saja ditata seadanya di luar gedung utama,” ujarnya, Senin (1/9/2025).
Haris melanjutkan, kondisi gedung saat ini belum bisa digunakan. Selain ruang-ruang kerja yang rusak berat, instalasi listrik, internet, hingga air tidak berfungsi.
Hal itu membuat kegiatan administrasi dewan juga ikut tersendat. Seluruh staf dan jajaran tetap masuk seperti biasa meski harus menyesuaikan kondisi darurat.
Menurutnya, untuk sementara para pegawai menggunakan ruangan dan area luar gedung yang masih memungkinkan, seperti musala yang terlihat aman untuk bekerja.
Bahkan sebagian besar pegawai bekerja dengan menggunakan perangkat pribadi, lantaran banyak fasilitas kantor yang rusak dan dijarah massa.
“Pascakebakaran kemarin (Minggu, Red) ini kan sudah masuk hari kerja. Jadi kami tidak mengurangi aktivitas. Tetap masuk, hanya saja menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Meski sekarang listrik masih padam, instalasi internet juga terputus. Bahkan pompa air hilang diambil massa, sehingga air juga macet,” jelasnya.
Haris menambahkan, jajaran dewan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan, sehingga mulai hari ini dijadwalkan kegiatan pembersihan serta memilah arsip-arsip yang masih bisa diselamatkan.
Meski begitu, aktivitas kedewanan tetap berjalan. Pihak sekretariat memastikan staf tetap masuk kerja setiap hari sambil menunggu arahan pimpinan.
Dia menegaskan, prioritas saat ini adalah pembersihan area gedung dan memilah arsip yang masih bisa diselamatkan.
“Setelah olah TKP oleh kepolisian selesai, besok (hari ini, Red) kami mulai bersih-bersih. Sambil menyiapkan tempat sementara untuk kegiatan dewan. Jadi rapat paripurna tidak berhenti, hanya tempatnya saja yang menyesuaikan,” pungkasnya. (jar/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah